Kisah para nabi

إبراهيم

Ibrahim - Kekasih Allah

He breaks every idol in the room but one, walks out of a fire that should have killed him, and then walks away from everything he's ever known.

2 September 2026 · Bersumber dari Al-Qur'an

Ibrahim - Kekasih Allah · 1
Bab 3:
Ibrahim Kekasih Allah
Ibrahim - Kekasih Allah · 2
Kaum Ibrahim membuat tuhan-tuhan mereka sendiri. Mereka memahatnya dari kayu dan batu, lalu menyembah benda yang mereka pahat sendiri.
Ibrahim - Kekasih Allah · 2
Ayahnya sendiri, Azar, ikut menyembahnya juga.
Ibrahim - Kekasih Allah · 2
Namun Ibrahim tidak pernah ikut. Allah telah memberinya petunjuk kebenaran sejak ia masih muda.

وَكَذَٰلِكَ نُرِىٓ إِبْرَٰهِيمَ مَلَكُوتَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ ٱلْمُوقِنِينَ

Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin.

Al-Qur'an 6:75

Kemenag RI

Ibrahim - Kekasih Allah · 4
Malam turun di atas kota itu, dan sebuah bintang muncul. Ibrahim memandanginya bersama kaumnya. Lalu bintang itu terbenam.
Ibrahim - Kekasih Allah · 4
Lalu bulan terbit. Ia pun terbenam.
Ibrahim - Kekasih Allah · 4
Lalu matahari. Lebih besar dari keduanya. Dan ia terbenam juga seperti yang lain.
Ibrahim - Kekasih Allah · 5
Itulah hujah yang Allah berikan kepadanya untuk menghadapi kaumnya.
Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar
dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik.
Ibrahim - Kekasih Allah · 6
Lalu ia menemui ayahnya, dan berbicara dengan lembut.
Wahai ayahku! Sungguh, telah sampai kepadaku sebagian ilmu yang tidak diberikan kepadamu
maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjuk­kan kepadamu jalan yang lurus.
Ibrahim - Kekasih Allah · 7
Kau berpaling dari tuhan-tuhanku, Ibrahim?
Kalau tak berhenti, kau kurajam.
Pergilah, jauhi aku untuk waktu lama.
Ibrahim - Kekasih Allah · 7
Semoga kesela­matan dilimpah­kan kepadamu
Ibrahim - Kekasih Allah · 8
Setahun sekali seluruh penduduk kota keluar dari tembok kota untuk sebuah perayaan. Sebelum pergi, mereka menaruh makanan di hadapan tuhan-tuhan mereka agar diberkati.
Ibrahim - Kekasih Allah · 8
Ibrahim tetap tinggal. Lalu ia masuk ke tempat berhala-berhala itu.
Ibrahim - Kekasih Allah · 8
Mengapa kamu tidak makan?
Mengapa kamu tidak menjawab?
Ibrahim - Kekasih Allah · 9
Lalu ia menyerbu berhala-berhala itu dengan tangan kanannya dan menghancurkan semuanya berkeping-keping. Semua kecuali yang terbesar.
Ibrahim - Kekasih Allah · 10
Ketika mereka kembali, tuhan-tuhan mereka sudah berkeping-keping. Siapa pelakunya? Sebagian pernah mendengar seorang pemuda bernama Ibrahim mencela berhala-berhala itu.
Ibrahim - Kekasih Allah · 10
Maka mereka membawanya ke tempat yang bisa dilihat semua orang.
Kaukah yang berbuat ini pada tuhan-tuhan kami, Ibrahim?
Ibrahim - Kekasih Allah · 11
Sebenarnya (patung) besar itu yang melaku­kannya
maka tanyakan­lah kepada mereka, jika mereka dapat berbicara.
Ibrahim - Kekasih Allah · 11
Sejenak, mereka saling berpandangan.
Lalu mereka kembali seperti semula, dan berkata kepadanya bahwa ia tahu benar benda-benda itu tidak bisa berbicara.
Ibrahim - Kekasih Allah · 12
Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun,
dan tidak (pula) mendatang­kan mudarat kepada kamu?
Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah!
Tidakkah kamu mengerti?
Ibrahim - Kekasih Allah · 13
Bakar dia, bela tuhan-tuhan kalian, kalau kalian mau berbuat.
Ibrahim - Kekasih Allah · 13
Mereka mendirikan bangunan yang sangat besar, memenuhinya dengan kayu bakar dan menyalakannya. Lalu mereka melemparkannya ke dalam api.

قُلْنَا يَـٰنَارُ كُونِى بَرْدًا وَسَلَـٰمًا عَلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ

Kami (Allah) berfirman, "Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim,"

Al-Qur'an 21:69

Kemenag RI

Ibrahim - Kekasih Allah · 15
Ibrahim - Kekasih Allah · 15
Dan Ibrahim keluar dari api itu. Selamat.
Ibrahim - Kekasih Allah · 15
Mereka berniat mencelakakannya. Pada akhirnya, merekalah yang merugi.
Babak II: Raja
Ibrahim - Kekasih Allah · 17
Negeri itu mempunyai seorang raja. Al-Qur'an tidak pernah menyebut namanya. Riwayat menyebutnya Namrud.
Ibrahim - Kekasih Allah · 17
Allah telah memberinya kerajaan. Dan di situ ia berdiri, mendebat Ibrahim tentang Tuhannya.
Tuhanku ialah Yang menghidup­kan dan mematikan
Ibrahim - Kekasih Allah · 18
Aku memberi dan mengambil nyawa.
Ibrahim - Kekasih Allah · 18
Allah menerbit­kan matahari dari timur
maka terbitkan­lah ia dari barat.
Ibrahim - Kekasih Allah · 19
Sang raja terdiam. Ia tidak punya jawaban.
Ibrahim - Kekasih Allah · 19
Dari seluruh kaumnya, hanya dua yang beriman: Lut, dan istrinya, Sarah.
Ibrahim - Kekasih Allah · 19
Sesung­guhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.
Ibrahim - Kekasih Allah · 20
Allah membawa Ibrahim dan Lut ke sebuah negeri yang telah Dia berkahi. Dia menjadikan Ibrahim kekasih-Nya, dan menetapkan kenabian dan kitab pada keturunannya.
Ibrahim - Kekasih Allah · 20
Seorang diri. Ia telah berdiri menghadapi ayahnya, kaumnya, kobaran api dan seorang raja. Lalu ia pergi bersama dua orang yang beriman kepadanya.
Babak III: Putra Ibrahim
Ibrahim - Kekasih Allah · 22
Ya Tuhanku, anugerah­kanlah kepadaku (seorang anak) yang saleh.
Ibrahim - Kekasih Allah · 22
Allah menjawab dengan kabar gembira: seorang anak laki-laki akan lahir, dan ia akan tumbuh menjadi anak yang sabar dan lembut hati.
Ibrahim - Kekasih Allah · 23
Ibrahim sudah tua ketika Hajar melahirkan putranya, Ismail.
Ibrahim - Kekasih Allah · 23
Lalu Ibrahim membawa Hajar dan bayi yang masih menyusu itu ke sebuah lembah. Tak ada orang. Tak ada air.
Ibrahim - Kekasih Allah · 24
Ia mendudukkan mereka di bawah sebuah pohon. Sekantong kurma, sebuah kantong air kecil. Hanya itu yang ia tinggalkan.
Ibrahim - Kekasih Allah · 24
Ibrahim - Kekasih Allah · 25
Hajar menyusulnya. Ke mana ia hendak pergi, meninggalkan mereka di lembah tanpa seorang pun dan tanpa apa pun?
Ibrahim - Kekasih Allah · 25
Ia bertanya berkali-kali. Ibrahim tidak pernah menoleh kepadanya.
Ibrahim - Kekasih Allah · 26
Ibrahim - Kekasih Allah · 26
Maka Hajar bertanya apakah Allah yang memerintahkan hal itu. Ibrahim menjawab ya.
Kalau begitu, kata Hajar, Allah tidak akan menelantarkan mereka.
Ibrahim - Kekasih Allah · 27
Di atas celah gunung, di tempat mereka tidak bisa melihatnya lagi, ia berbalik menghadap lembah dan mengangkat kedua tangannya.
Ibrahim - Kekasih Allah · 27
Ya Tuhan, sesung­guhnya aku telah menem­patkan sebagian ketu­runanku
di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman
di dekat rumah Engkau yang dihormati, ya Tuhan agar mereka melak­sanakan salat,
Ibrahim - Kekasih Allah · 28
maka jadikan­lah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka
dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan,
mudah-mudahan mereka ber­syukur.
Ibrahim - Kekasih Allah · 28
Ia menyusui putranya dan minum dari kantong itu. Lalu airnya habis.
Ibrahim - Kekasih Allah · 29
Putranya kehausan. Ia tak sanggup melihatnya begitu, maka ia pergi mencari pertolongan.
Ibrahim - Kekasih Allah · 29
Ia mendaki bukit terdekat, Bukit Safa, dan mencari-cari siapa pun. Tak ada seorang pun.
Ibrahim - Kekasih Allah · 30
Ia turun kembali ke lembah, menyingsingkan gamisnya, lalu berlari.
Ibrahim - Kekasih Allah · 30
Ia berlari melintasi lembah seperti orang yang berlari saat tenaganya sudah habis.
Ibrahim - Kekasih Allah · 30
Di Bukit Marwah ia berhenti dan memandang sekeliling. Masih tak ada siapa-siapa.
Ibrahim - Kekasih Allah · 31
Tujuh kali ia bolak-balik antara kedua bukit itu. Pada kali terakhir, di Marwah, ia mendengar suara.
Ibrahim - Kekasih Allah · 31
Hajar menjawab bahwa ia telah mendengarnya. Apakah suara itu punya sesuatu yang bisa menolongnya?
Ibrahim - Kekasih Allah · 32
Ada seorang malaikat, tepat di tempat ia meninggalkan putranya. Dan air memancar dari tanah. Zamzam.
Ibrahim - Kekasih Allah · 33
Ia membuat semacam kolam kecil di sekeliling air itu dengan kedua tangannya, mengisi kantong airnya, lalu minum.
Ibrahim - Kekasih Allah · 33
Malaikat itu berkata kepadanya agar tidak takut ditelantarkan. Di sinilah tempat Rumah Allah.
Ibrahim - Kekasih Allah · 34
Anak ini dan ayahnya akan membangunnya, kata malaikat itu. Dan Allah tidak pernah menelantarkan hamba-Nya.
Ibrahim - Kekasih Allah · 34
Dan hingga hari ini, para jemaah haji masih berjalan di antara kedua bukit itu.

۞ إِنَّ ٱلصَّفَا وَٱلْمَرْوَةَ مِن شَعَآئِرِ ٱللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ ٱلْبَيْتَ أَوِ ٱعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَن يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ ٱللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ

Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.

Al-Qur'an 2:158

Kemenag RI

Ibrahim - Kekasih Allah · 36
Beberapa musafir dari Jurhum melihat seekor burung berputar di atas, dan tahu pasti ada air di bawah sana.
Ibrahim - Kekasih Allah · 36
Mereka bertanya apakah boleh tinggal di dekat Hajar. Ia mengizinkan, dengan satu syarat: air itu bukan milik mereka.
Anak itu tumbuh di tengah mereka. Ia belajar bahasa Arab dari mereka, dan mereka mencintainya. Bertahun-tahun berlalu.
Ibrahim - Kekasih Allah · 37
Al-Qur'an tidak menamainya di sini. Para ulama berbeda pendapat.
Ibrahim - Kekasih Allah · 37
Wahai anakku! Sesung­guhnya aku bermimpi
bahwa aku menyem­belihmu.
Maka bagai­manakah pendapat­mu!
Ibrahim - Kekasih Allah · 38
Wahai ayahku! Lakukan­lah apa yang diperin­tahkan (Allah) kepadamu;
insyā Allah engkau akan menda­patiku
termasuk orang yang sabar.
Ibrahim - Kekasih Allah · 39

وَنَـٰدَيْنَـٰهُ أَن يَـٰٓإِبْرَٰهِيمُ قَدْ صَدَّقْتَ ٱلرُّءْيَآ ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلْبَلَـٰٓؤُا۟ ٱلْمُبِينُ وَفَدَيْنَـٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

Lalu Kami panggil dia, "Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu." Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.

Al-Qur'an 37:104-107

Kemenag RI

Ibrahim - Kekasih Allah · 41
Tebusannya, menurut riwayat, seekor domba jantan.
Ibrahim - Kekasih Allah · 41
Dan Allah meninggalkan salam bagi Ibrahim di tengah semua orang yang datang sesudahnya.
Ibrahim - Kekasih Allah · 41
Kemudian Allah memberinya kabar gembira lagi: Ishaq, yang akan menjadi seorang nabi.

Sumber

  • Al-Qur'an 37:95-96; 21:52-54; 26:70-71 - kaumnya memahat berhala-berhala mereka dengan tangan sendiri lalu menyembahnya; "kayu dan batu" adalah penjelasan Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah tentang 37:95
  • Al-Qur'an 6:74 - penyebutan nama ayah Ibrahim; Sahih al-Bukhari 3350 - Ibrahim bertemu ayahnya, Azar, pada Hari Kiamat; putusan al-Tabari sendiri tentang 6:74 dan Ibnu Katsir tentang 6:74 ("baik dan kuat") - Azar adalah ayahnya; keduanya juga mencatat nama yang diberikan para ahli nasab untuknya, Tarih
  • Al-Qur'an 6:74; 19:42-44 - Azar menyembah berhala
  • Ibnu Ishaq dalam al-Tabari tentang 6:76 - satu riwayat yang disampaikan dengan nada tidak pasti bahwa Azar membuat berhala dan menyuruh Ibrahim menjualnya; hal itu tidak diceritakan dalam bab ini
  • Al-Qur'an 21:51 - petunjuk kebenaran bagi Ibrahim; Ibnu Katsir tentang 21:51 (sejak kecil); Mujahid dalam al-Tabari tentang 21:51 (sumber teks narasi pada p03)
  • Al-Qur'an 16:120; 6:161; 3:67; 21:52-56 - seorang hanif, tidak pernah termasuk orang-orang musyrik
  • Al-Qur'an 6:75 - halaman jeda; 6:76-78 - bintang, bulan, matahari; 6:83 - hujah yang diberikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Para ulama memahami adegan ini dengan dua cara. Ibnu Katsir tentang 6:79 memahaminya sebagai perdebatan dengan kaumnya, berdasarkan 21:51-52, 16:120, dan 6:161, demikian pula al-Zajjaj (dalam al-Qurthubi tentang 6:76) dan yang pertama dari empat penafsiran yang dilaporkan al-Baghawi tentang 6:76 dari mereka yang menolak pemahaman harfiah (untuk menarik kaumnya mengikuti alurnya lalu menunjukkan kekeliruan mereka); inilah pemahaman yang digambarkan bab ini, dengan kaumnya di setiap panel langit dan panel-panel langit tetap berada di satu kota. Putusan al-Tabari sendiri tentang 6:76 adalah pemahaman yang lain, dari Ibnu Abbas, satu tahap perenungan Ibrahim sendiri, dan Ibnu Katsir mencatatnya sebagai pilihan al-Tabari. Al-Bidayah karya Ibnu Katsir menempatkan pidato itu di tengah para penyembah bintang di Harran
  • Al-Qur'an 6:79 - pernyataan Ibrahim (p08)
  • Al-Qur'an 19:41-47 - seruan kepada ayahnya, ancaman, ucapan salam (p09 sampai p11); Ibnu Katsir tentang 19:42-45 - kelembutan tutur kata itu; 9:114 dan 60:4 - bagaimana permohonan ampunnya untuk ayahnya berakhir, yang tidak diceritakan dalam bab ini
  • Al-Qur'an 37:88-93; 21:57-58 - ia berbalik, makanan di hadapan berhala-berhala, pertanyaannya kepada mereka (p14), pukulan dengan tangan kanan, semuanya kecuali yang terbesar; al-Tabari tentang 37:93 - memukul dengan tangan kanan, dengan kapak di tangannya; Ibnu Katsir, Al-Bidayah - perayaan tahunan di luar kota; al-Suddi dalam al-Tabari tentang 21:58 - makanan diletakkan di hadapan berhala-berhala untuk mendapat berkah, berhala besar menghadap pintu, barisan dengan ukuran menurun, kapak besi tergantung di lehernya; Mujahid dalam al-Tabari tentang 21:58 - kapak disandarkan pada dada yang terbesar, dan di situlah bab ini menggambarkannya; Ibnu Ishaq - diikat pada tangannya; Ibnu Katsir tentang 21:58 - sebuah beliung di tangannya
  • Al-Qur'an 21:59-61 - siapa yang melakukan ini, penyebutan namanya, bawa dia ke hadapan orang banyak; Ibnu Katsir dan al-Qurthubi tentang 21:60 - fata, yaitu pemuda; Ibnu Abbas dalam al-Qurthubi - setiap nabi diutus saat masih muda; Syu'aib al-Jaba'i (enam belas) dan Ibnu Juraij (dua puluh enam) dalam al-Qurthubi - usianya
  • Al-Qur'an 21:62-67 - pertanyaan mereka, jawabannya, mereka saling menoleh lalu berbalik kembali, tegurannya (p17 sampai p20); al-Tabari tentang 21:64 - mereka saling memandang; Ibnu Katsir tentang 21:64-65
  • Al-Qur'an 21:63 - jawaban Ibrahim dikutip sebagaimana Al-Qur'an menyampaikannya, setiap balon kata dengan kata-kata edisinya sendiri (p18). Sahih al-Bukhari 3358 dan Sahih Muslim 2371 menghitungnya di antara tiga ucapan Ibrahim, dua di antaranya karena Allah; Ibnu Katsir tentang 21:63 - maksudnya agar mereka sendiri sampai pada kesimpulan itu dan mengakui bahwa berhala tidak berbicara
  • Al-Qur'an 21:68 - keputusan untuk membakarnya (p21); 37:97 - perintah untuk menghukumnya dengan api; 29:24 - pilihan-pilihan yang mereka ajukan terhadapnya; al-Tabari tentang 21:68 (Mujahid, dan Mujahid dari Ibnu Umar) - seruan untuk membakarnya diucapkan oleh satu orang, yang tidak disebut namanya dalam bab ini; Ibnu Abbas dalam al-Qurthubi tentang 37:97 dan Muqatil dalam al-Baghawi tentang 37:97 - pekarangan batu, tiga puluh hasta; al-Suddi dan Ibnu Ishaq - kayu yang dikumpulkan; al-Tabari tentang 37:97 - seperti tungku; Ibnu Katsir - sebuah lubang
  • al-Tabari tentang 21:69 (riwayat Mu'tamir), Ibnu Katsir tentang 29:24 dan al-Qurthubi tentang 21:68 (Ibnu Ishaq) - ia diikat sebelum dilemparkan; Ka'ab al-Ahbar dalam al-Tabari, Ibnu Katsir, al-Qurthubi, dan al-Baghawi tentang 21:69 - api tidak membakar apa pun darinya selain ikatannya. Bab ini tidak menggambarkan pengikatan maupun tali
  • Ibnu Katsir tentang 21:68 dan dalam Al-Bidayah, al-Qurthubi, dan al-Baghawi - manjanik (pelontar batu), yang tidak ada pada al-Tabari; hal itu tidak diceritakan atau digambarkan di sini
  • Al-Qur'an 21:69 - halaman jeda; 21:70; 37:98; 29:24 - ia keluar dengan selamat dan merekalah yang merugi; Sahih al-Bukhari 4563 dan 4564 (Ibnu Abbas) - ucapan tawakal kepada Allah yang diucapkan Ibrahim ketika dilemparkan ke dalam api; al-Minhal - empat puluh atau lima puluh hari di dalamnya, tidak diceritakan di sini
  • Al-Qur'an 2:258 - raja yang berdebat dengan Ibrahim tentang Tuhannya, tanya jawab mereka, dan akhirnya (p28 sampai p32); Mujahid, Qatadah, al-Rabi', al-Suddi, Ibnu Ishaq, dan Zaid bin Aslam dalam al-Tabari tentang 2:258, dan Ibnu Katsir tentang 2:258 dan dalam Al-Bidayah - riwayat menyebutnya Namrud; nama itu tidak ada dalam Al-Qur'an, juga tidak dalam Sahih al-Bukhari atau Sahih Muslim; Ibnu Katsir tentang 2:258 - ia tidak punya jawaban
  • Qatadah, Ibnu Ishaq, dan al-Suddi dalam al-Tabari tentang 2:258; Ibnu Katsir tentang 2:258 - dua orang laki-laki, satu dibunuh dan satu dibiarkan; tidak diceritakan atau digambarkan di sini
  • Waktu terjadinya perdebatan itu diperselisihkan: Muqatil dalam al-Baghawi tentang 2:258 (sebelum api); al-Suddi dalam al-Tabari tentang 2:258, yang penempatannya dilaporkan Ibnu Katsir tentang 2:258 tanpa memihak, dan Al-Bidayah (setelah ia keluar dari api); Zaid bin Aslam dalam Ibnu Katsir tentang 2:258 (dalam perjalanan mencari persediaan makanan). Bab ini mengikuti urutan Al-Bidayah - api, perdebatan, hijrah - dan narator tidak menyebutkan kapan
  • Al-Qur'an 29:26 - keimanan Lut kepadanya; Ibnu Katsir tentang 29:26 - dari kaumnya tidak ada yang beriman kepadanya kecuali Lut, dan Sarah, istri Ibrahim; Muqatil - yang pertama berhijrah, bersama Lut dan Sarah
  • Al-Qur'an 37:99 - ucapan Ibrahim saat berangkat (p34), setelah api dalam urutan surah (37:97-98); Sulaiman bin Surad dalam al-Qurthubi menempatkan ucapan itu sebelum api
  • Al-Qur'an 21:71 - Ibrahim dan Lut diselamatkan dan dibawa ke negeri yang diberkahi Allah; Qatadah, Ubay bin Ka'ab, dan Abu al-Aliyah dalam al-Tabari dan Al-Bidayah tentang 21:71 - Syam; bab ini tidak menyebutkan namanya
  • Al-Qur'an 4:125 - Allah menjadikan Ibrahim kekasih-Nya (khalil); 29:27; 57:26 - kenabian dan kitab pada keturunannya
  • Apa yang ditampilkan bab ini di dalam ayat-ayat berasal dari studio sendiri: lorong para pemahat, membungkuk dari pinggang di rumah berhala, atap-atap, rumah saat senja dengan berhala-berhala rumah tangga di ceruk Azar (19:46, sebutan Azar sendiri untuk berhala-berhala itu), lorong-lorong perayaan dan gerbang, persidangan di alun-alun, tumpukan kayu bakar di pekarangan berdinding saat senja, pagi kelabu sesudahnya, balai singgasana dengan matahari di pintu timurnya, jalan saat fajar, perkemahan dan pelita; serta sang tetua, istana raja, penduduk kota, Lut dan Sarah sebagaimana digambarkan, termasuk usia mereka
  • Al-Qur'an 37:100 - doa Ibrahim memohon anak yang saleh (p38). Al-Qur'an menyebut usia tuanya saat ia dikaruniai putra-putranya (14:39) dan saat kabar dari para tamu (15:54), bukan pada doa ini; menggambarkannya tua mulai dari sini adalah pementasan studio (kartu p37 dan setiap gambar sesudahnya)
  • Al-Qur'an 37:101 - kabar gembira tentang anak laki-laki yang lembut hati adalah firman Allah: narator hanya menyampaikan bahwa kabar itu diberikan, dengan kata-kata narator sendiri (p39)
  • Al-Qur'an 14:39 - Ibrahim bersyukur kepada Allah yang mengaruniakan Ismail dan Ishaq kepadanya di usia tua; Sahih al-Bukhari 3358 (Abu Hurairah) - nama Hajar, dan kata penutup Abu Hurairah bahwa ia adalah ibu Bani Ma' as-Sama', yang oleh para pensyarah dipahami sebagai orang Arab dari keturunan Ismail; al-Tabari (Tarikh) dan Ibnu Katsir (Al-Bidayah wan-Nihayah) menyebutnya sebagai ibu Ismail; Sahih al-Bukhari 3364 (Ibnu Abbas) - ibu Ismail dan putranya, riwayat yang diikuti oleh sisa kisahnya (sumber teks narasi pada p40). Sisa 3358 tidak diceritakan di sini
  • Sahih al-Bukhari 3364 (Ibnu Abbas) - Ibrahim membawa Hajar dan putranya yang masih menyusu ke suatu tempat dekat Ka'bah, di bawah sebatang pohon, di tempat Zamzam berada; saat itu tidak ada seorang pun di Mekah dan tidak ada air; ia mendudukkan mereka di sana, meninggalkan sebuah kantong kulit berisi kurma dan sebuah kantong air kecil, lalu berangkat pulang (p41 sampai p43)
  • Sahih al-Bukhari 3364 (Ibnu Abbas) - Hajar mengikutinya dan bertanya ke mana ia pergi, meninggalkan mereka di lembah yang tak berpenghuni; ia mengatakannya berkali-kali dan Ibrahim tidak menoleh; lalu ia bertanya apakah Allah yang memerintahkannya, Ibrahim menjawab ya, dan ia menjawab dengan kepercayaannya kepada Allah (p44 sampai p47)
  • Al-Qur'an 14:37 - doa Ibrahim untuk lembah itu, dengan kata-katanya sendiri (p49, p50); Sahih al-Bukhari 3364 (Ibnu Abbas) - ia memanjatkannya di celah gunung bernama Tsaniyah, tempat mereka tak lagi dapat melihatnya, dengan kedua tangan terangkat (p48); riwayat itu menyebut ia menghadap Ka'bah, dan teks narasi menyebut lembah, karena dalam kisah ini Ka'bah belum dibangun
  • Sahih al-Bukhari 3364 (Ibnu Abbas) - ia menyusui putranya dan minum dari kantong air sampai airnya habis; keduanya kehausan; ia tak sanggup melihat putranya dan meninggalkannya; Bukit Safa adalah bukit terdekat, dan dari sana ia tidak melihat siapa pun; ia turun, menyingsingkan gamisnya, dan berlari melintasi lembah seperti orang yang dalam kesusahan sampai ke Bukit Marwah, tempat ia lagi-lagi tidak melihat siapa pun; ia melakukannya tujuh kali (p51 sampai p57)
  • Sahih al-Bukhari 3364 (Ibnu Abbas) - di Bukit Marwah, pada kali terakhir, ia mendengar suara dan meminta pertolongan kepadanya (p58); ia melihat seorang malaikat di tempat Zamzam dan air yang keluar dari tanah (p59); dengan tangannya ia membuat kolam di sekelilingnya dan mengisi kantong airnya (p60); kata-kata malaikat, yang menenangkannya dan mengabarkan Rumah Allah yang akan dibangun anak itu bersama ayahnya (p61, p62). Dalam riwayat itu malaikat menggali dengan tumitnya (atau sayapnya); gambar tidak menampilkan penggalian
  • Al-Qur'an 2:158 - halaman jeda: firman Allah tentang Bukit Safa dan Bukit Marwah, rentang ayat itu saja dan tidak lebih (p64); teks narasi pada p63 hanya menyebut para jemaah haji berjalan di antara kedua bukit itu, perjalanan yang disebut oleh ayat itu sendiri
  • Sahih al-Bukhari 3364 (Ibnu Abbas) - para musafir dari kabilah Jurhum melihat seekor burung yang terus berputar di atas satu tempat dan tahu pasti ada air di sana; mereka mengutus satu atau dua orang, yang menemukan air itu (p65); permintaan mereka untuk tinggal di dekatnya dan jawabannya, yang mengizinkan tetapi tidak memberi mereka hak atas air itu (p66). Riwayat itu menyebut sekelompok orang dari kabilah Jurhum atau satu keluarga dari Jurhum; tiga laki-laki dan unta itu adalah tambahan gambar
  • Sahih al-Bukhari 3364 (Ibnu Abbas) - anak itu tumbuh di tengah mereka, belajar bahasa Arab dari mereka, dan mereka mencintai serta mengaguminya (p67); usianya tidak disebutkan
  • Sahih al-Bukhari 3364 (Ibnu Abbas) - tidak diceritakan di sini: kalimat tentang Sarah dan ikat pinggang yang membuka riwayat itu, ucapan Nabi SAW sendiri di dalamnya, pernikahan Ismail, kunjungan Ibrahim kepadanya, dan pembangunan Ka'bah
  • Al-Qur'an 37:100 sampai 111 - Al-Qur'an tidak menyebut nama putra dalam mimpi itu, dan para ulama berbeda pendapat antara Ismail dan Ishaq; teks narasi pada p68 hanya menyebut itu. Ismail disebut sebelumnya sebagai bayi Hajar (p40; Al-Qur'an 14:39 dan Sahih al-Bukhari 3364), dan tidak ada kata dalam sumber-sumber itu yang menyebut bahwa dialah anak pada p68; gambar-gambar melukiskan bayi dan pemuda itu dengan rupa yang sama, dan itu pementasan studio
  • Al-Qur'an 37:102 - anak itu mencapai usia ketika ia dapat bekerja bersama ayahnya; ayahnya menceritakan mimpinya dan menanyakan pendapatnya, dan sang putra menjawab (p69, p70). Pemuda berusia sekitar tiga belas tahun adalah pementasan studio
  • Al-Qur'an 37:103 - tidak diceritakan di sini: halaman sebelum halaman jeda berakhir pada keduanya yang berjalan naik dengan tangan kosong (p71)
  • Al-Qur'an 37:104-107 - seruan Allah kepada Ibrahim, mimpi itu, ujian itu, dan tebusannya: semuanya firman-Nya, sehingga halaman jeda hanya memuat rentang ayat itu dan tidak lebih (p72)
  • Al-Qur'an 37:107 - tebusan, dalam ayat itu dzibhin 'azhim; bahwa tebusan itu seekor domba jantan berasal dari riwayat, dan teks narasinya pun menyebut demikian (p73)
  • Al-Qur'an 37:108 sampai 109 - Allah meninggalkan salam bagi Ibrahim di tengah generasi yang datang kemudian: narator hanya menyampaikan hal itu, dengan kata-kata narator sendiri (p74)
  • Al-Qur'an 37:112 dan 37:113 - kabar gembira tentang Ishaq, seorang nabi, yang menyusul dalam urutan surah (p75); para tamu yang membawanya di tempat lain (11:69 sampai 73; 15:51 sampai 56; 51:24 sampai 30) tidak diceritakan di sini
  • Apa yang ditampilkan babak ini di dalam ayat-ayat dan riwayat itu berasal dari studio sendiri: perkemahan lelaki tua itu saat senja dan kedua tangannya yang terbuka, gundukan saat cahaya pertama, lembah dengan sebatang pohon di atas gundukan gundul, kantong kulit dan kantong air sebagaimana digambarkan, celah gunung tempat ia berhenti, dua bukit gundul dan jalan setapak yang aus di antaranya, kolam tanah di sekeliling mata air, sosok cahaya, burung yang berputar dan unta para musafir, jalan di kaki bukit, penuturan mimpi dan jawabannya di depan tenda, punggung bukit saat fajar, domba jantan di atas gundukan berbatu, lengan yang merangkul bahu pemuda itu, dan pelita perkemahan yang dinyalakan kembali; serta lelaki tua itu, Hajar, bayi itu, pemuda itu, dan para musafir sebagaimana digambarkan, termasuk usia mereka
  • Bacaan di halaman jeda: Muhammad Siddiq al-Minshawi, murottal, riwayat Hafs dari Ashim, diputar per ayat dari everyayah.com
  • Teks Arab di halaman jeda: teks rasm Usmani, riwayat Hafs dari Ashim, sebagaimana disajikan quran.com
  • Teks hadis dalam balon kata (p44 sampai p47, p58, p61, p62, p66): edisi bahasa Indonesia dalam kumpulan data hadis terbuka (fawazahmed0/hadith-api) tidak memuat teks Sahih al-Bukhari 3364, dan studio tidak memiliki terjemahan bahasa Indonesia terbitan lain untuk dipasang, sehingga balon-balon itu dibiarkan kosong dalam bahasa Indonesia, dan teks narasi (p44, p47, p58, p61, p62, p66) menuturkan setiap percakapan itu dengan kata-katanya sendiri; teks Arab dan terjemahan terbitan dalam bahasa lain berasal dari kumpulan data itu

Mainkan bab ini

Uji pengetahuanmu tentang bab ini.

Setiap kisah di halaman ini adalah satu bab di DeenOD: Islamic Trivia & Games: gratis, tanpa iklan, setiap soal disertai sumbernya.