Kisah para nabi

موسى

Musa - Lautan

A baby cast into the river in a chest grows up in the house of the man who wanted him dead. Called beside a fire on a mountainside, he goes back to Fir'awn with his brother, leads his people through the sea, and at the meeting of the two seas learns that there is knowledge he cannot reach.

28 Oktober 2026 · Bersumber dari Al-Qur'an

Musa - Lautan · 1
Bab 5:
Musa Lautan
Musa - Lautan · 2
Inilah Mesir. Fir'aun merasa di atas semua orang, dan memecah rakyatnya jadi beberapa golongan.
Musa - Lautan · 2
Musa - Lautan · 3
Satu golongan ia tindas. Dan bayi-bayi lelaki mereka ia bunuh.
Musa - Lautan · 3
Tapi justru kaum yang ditindas Fir'aun itulah yang hendak Allah angkat.
Musa - Lautan · 4
Pada masa itu, seorang perempuan dari Bani Israil melahirkan anak lelaki.
Musa - Lautan · 4
Musa - Lautan · 4
Lalu Allah menaruh di hatinya apa yang harus ia lakukan.

وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ أُمِّ مُوسَىٰٓ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِى ٱلْيَمِّ وَلَا تَخَافِى وَلَا تَحْزَنِىٓ ۖ إِنَّا رَآدُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ

Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, "Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang rasul."

Al-Qur'an 28:7

Kemenag RI

Musa - Lautan · 6
Musa - Lautan · 6
Datanglah hari ketika ia takut akan anaknya. Maka ia lakukan apa yang Allah taruh di hatinya.
Musa - Lautan · 7
Musa - Lautan · 7
Musa - Lautan · 8
Sungai membawanya dan meletakkannya di tepian, persis seperti yang diberitahukan kepada ibunya.
Musa - Lautan · 9
Ikuti ke mana dia pergi.
Hati ibunya kosong. Hampir saja ia keceplosan. Tapi Allah meneguhkannya.
Musa - Lautan · 9
Musa - Lautan · 9
Musa - Lautan · 10
Keluarga Fir'aun mengangkatnya dari air dan membawanya pulang, tanpa menyangka kelak ia akan menjadi musuh mereka.
Musa - Lautan · 10
Musa - Lautan · 10
Dia akan jadi suka cita kita.
Musa - Lautan · 11
Musa - Lautan · 11
Jangan bunuh dia. Siapa tahu dia berguna bagi kita,
Musa - Lautan · 11
atau kita angkat dia jadi anak.
Musa - Lautan · 11
Musa - Lautan · 12
Di istana, bayi itu tak mau menyusu, dari ibu susuan mana pun. Allah yang menahan mereka darinya.
Musa - Lautan · 12
Musa - Lautan · 12
Musa - Lautan · 13
Musa - Lautan · 13
Bolehkah saya tunjukkan satu keluarga
yang mau mengasuhnya untuk Anda sekalian,
Musa - Lautan · 13
dan benar-benar peduli padanya?
Musa - Lautan · 14
Musa - Lautan · 14
Maka Allah mengembalikannya kepada ibunya, persis seperti janji-Nya.
Musa - Lautan · 14
Musa - Lautan · 15
Ia tumbuh besar di rumah Fir'aun sendiri.
Musa - Lautan · 15
Musa - Lautan · 15
Tahun-tahun berlalu. Ia tumbuh kuat, dan Allah memberinya hikmah dan ilmu.
Babak II: Pelarian
Musa - Lautan · 17
Suatu hari ia masuk ke kota saat tak ada yang memperhatikan, dan mendapati dua lelaki berkelahi.
Musa - Lautan · 17
Satu dari Bani Israil seperti dia, satu lagi dari kaum Fir'aun. Yang Bani Israil minta tolong padanya.
Musa - Lautan · 17
Musa - Lautan · 18
Musa memukulnya. Sekali saja. Dan lelaki itu mati.
Musa - Lautan · 18
Musa - Lautan · 18
Ini adalah perbuatan setan.
Sungguh, dia adalah musuh yang jelas menyesatkan.
Musa - Lautan · 19
Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri,
maka ampunilah aku.
Musa - Lautan · 19
Dan Allah mengampuninya.
Musa - Lautan · 19
Ya Tuhanku! Demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku,
maka aku tidak akan menjadi penolong
bagi orang-orang yang berdosa.
Musa - Lautan · 20
Esok paginya ia kembali ke kota, ketakutan dan terus menoleh ke belakang.
Musa - Lautan · 20
Dan di sana ada lagi lelaki yang kemarin, berteriak minta tolong padanya lagi.
Musa - Lautan · 20
Engkau Sungguh,
orang yang nyata-nyata sesat.
Musa - Lautan · 21
Musa maju untuk menangkap musuh mereka berdua.
Musa - Lautan · 21
Musa, kamu mau membunuhku
seperti kamu membunuh orang itu kemarin?
Kamu cuma mau jadi penindas di sini.
Kamu tak mau memperbaiki apa-apa.
Musa - Lautan · 21
Musa - Lautan · 22
Musa - Lautan · 22
Lalu seorang lelaki datang berlari dari ujung kota.
Musa - Lautan · 22
Musa, para pembesar sedang membahasmu.
Mereka mau membunuhmu.
Musa - Lautan · 23
Jadi, pergilah dari sini.
Aku hanya ingin yang terbaik untukmu.
Musa - Lautan · 23
Musa - Lautan · 23
Maka ia pergi dari kota itu, takut dan waspada.
Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.
Musa - Lautan · 24
Ia menuju Madyan.
Musa - Lautan · 24
Musa - Lautan · 24
Mudah-mudahan Tuhanku menunjuki aku
ke jalan yang benar.
Musa - Lautan · 25
Sampai di sumber air Madyan, ia mendapati sekumpulan orang sedang memberi minum ternak mereka.
Musa - Lautan · 25
Agak di pinggir, dua perempuan berdiri menahan ternak mereka.
Musa - Lautan · 25
Apakah maksudmu (dengan berbuat begitu)?
Musa - Lautan · 26
Kami memberi minum setelah penggembala pergi,
dan ayah kami sudah tua.
Musa - Lautan · 26
Maka ia memberi minum ternak mereka.
Musa - Lautan · 26
Musa - Lautan · 27
Lalu ia pergi ke tempat yang teduh.
Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan kebaikan apa pun
yang Engkau turunkan kepadaku.
Musa - Lautan · 28
Tak lama kemudian, salah satu dari dua perempuan itu datang padanya, malu-malu.
Musa - Lautan · 28
Musa - Lautan · 28
Ayahku memanggil Anda.
Beliau ingin memberi Anda upah
karena sudah memberi minum ternak kami.
Musa - Lautan · 29
Musa - Lautan · 29
Musa menemui ayah mereka dan menceritakan semua yang telah terjadi.
Musa - Lautan · 29
Jangan takut.
Kamu sudah aman dari orang-orang zalim itu.
Musa - Lautan · 30
Ayah, ajak dia bekerja.
Orang terbaik untuk bekerja
adalah yang kuat dan bisa dipercaya.
Musa - Lautan · 30
Musa - Lautan · 31
Musa - Lautan · 31
Aku ingin menikahkan kamu
dengan salah satu dari dua putriku,
asal kamu bekerja padaku
Musa - Lautan · 32
selama delapan tahun.
Kalau kamu genapkan sepuluh,
itu kebaikan darimu.
Musa - Lautan · 32
Musa - Lautan · 33
Itu antara aku dan engkau.
Yang mana saja dari kedua waktu yang ditentukan itu yang aku sempurnakan,
maka tidak ada tuntutan atas diriku
Dan Allah menjadi saksi atas apa yang kita ucapkan.
Musa - Lautan · 33
Musa - Lautan · 34
Ia menikahi salah satunya, dan menjalani masa yang lebih panjang: genap sepuluh tahun.
Musa - Lautan · 34
Musa - Lautan · 34
Babak III: Lembah
Musa - Lautan · 36
Setelah sepuluh tahun genap, ia berangkat bersama keluarganya.
Musa - Lautan · 36
Musa - Lautan · 36
Musa - Lautan · 37
Di perjalanan, ia melihat api di sisi gunung.
Musa - Lautan · 37
Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api,
Musa - Lautan · 37
mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu
dari api itu atau sepercik api,
agar kamu dapat menghangatkan badan.
Musa - Lautan · 38
Musa - Lautan · 38
Musa - Lautan · 38
Ia sampai di tempat api itu.

فَلَمَّآ أَتَىٰهَا نُودِىَ يَٰمُوسَىٰٓ إِنِّىٓ أَنَا۠ رَبُّكَ فَٱخْلَعْ نَعْلَيْكَ إِنَّكَ بِٱلْوَادِ ٱلْمُقَدَّسِ طُوًى وَأَنَا ٱخْتَرْتُكَ فَٱسْتَمِعْ لِمَا يُوحَىٰٓ إِنَّنِىٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدْنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ

Maka ketika dia mendatanginya (ke tempat api itu) dia dipanggil, "Wahai Musa! Sungguh, Aku adalah Tuhanmu, maka lepaskan kedua terompahmu. Karena sesungguhnya engkau berada di lembah yang suci, Ṭuwā. Dan Aku telah memilih engkau, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu). Sungguh, Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan laksanakanlah salat untuk mengingat Aku.

Al-Qur'an 20:11-14

Kemenag RI

Musa - Lautan · 40
Di sanalah Allah berfirman pada Musa.
Musa - Lautan · 41
Allah bertanya, apa yang ada di tangan kanannya.
Musa - Lautan · 41
Ini adalah tongkatku, aku bertumpu padanya,
dan aku merontokkan (daun-daun) dengannya untuk kambingku,
dan bagiku masih ada lagi manfaat yang lain.
Musa - Lautan · 41
Lalu Allah menyuruhnya melemparkannya.
Musa - Lautan · 41
Musa - Lautan · 42
Musa berbalik dan lari. Tak menoleh ke belakang.
Musa - Lautan · 42
Allah menyuruhnya mengambilnya.
Musa - Lautan · 42
Musa - Lautan · 43
Musa - Lautan · 43
Ia memasukkan tangannya ke dalam bajunya. Keluarnya putih bercahaya, dan tak ada cacat padanya.
Musa - Lautan · 43
Musa - Lautan · 44
Lalu Allah mengutusnya kepada Fir'aun.
Musa - Lautan · 44
Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku,
dan mudahkanlah untukku urusanku,
Musa - Lautan · 44
dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku,
agar mereka mengerti perkataanku,
Musa - Lautan · 45
dan jadikanlah untukku seorang pembantu dari keluargaku,
Harun, saudaraku
Musa - Lautan · 45
Ya Tuhanku, sungguh aku telah membunuh
seorang dari golongan mereka,
sehingga aku takut mereka akan membunuhku.
Musa - Lautan · 46
Dan saudaraku Harun,
dia lebih fasih lidahnya daripada aku,
Musa - Lautan · 46
maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)ku
sungguh, aku takut mereka akan mendustakanku.
Musa - Lautan · 47
Allah memberikan semua yang ia minta.
Musa - Lautan · 47
Musa - Lautan · 48
Musa - Lautan · 48
Allah mengutus kedua bersaudara itu kepada Fir'aun, dan menyuruh mereka berbicara dengan lembut.
Musa - Lautan · 48
Ya Tuhan kami, sungguh, kami khawatir
dia akan segera menyiksa kami
atau akan bertambah melampaui batas
Musa - Lautan · 49
Tuhan mereka menjawab keduanya.

قَالَ لَا تَخَافَآ إِنَّنِى مَعَكُمَآ أَسْمَعُ وَأَرَىٰ

Dia (Allah) berfirman, "Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat.

Al-Qur'an 20:46

Kemenag RI

Babak IV: Hari Raya
Musa - Lautan · 52
Musa - Lautan · 52
Wahai Fir'aun! Sungguh, aku adalah seorang utusan
dari Tuhan seluruh alam
Musa - Lautan · 52
Sungguh, aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata
dari Tuhanmu,
maka lepaskanlah Bani Israil bersamaku.
Musa - Lautan · 53
Bukankah kau tumbuh di sini sejak kecil?
Kau hidup bersama kami
bertahun-tahun.
Musa - Lautan · 53
Musa - Lautan · 53
Lalu kau lakukan perbuatanmu itu.
Kau tak tahu berterima kasih.
Musa - Lautan · 54
Aku telah melakukannya, dan ketika itu aku termasuk orang yang khilaf.
Lalu aku lari darimu karena aku takut kepadamu,
kemudian Tuhanku menganugerahkan ilmu kepadaku
serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara rasul-rasul.
Musa - Lautan · 54
Dan itulah kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku,
(sementara) itu engkau telah memperbudak
Bani Israil.
Musa - Lautan · 54
Musa - Lautan · 55
Apa maksudmu dengan Tuhan seluruh alam?
Musa - Lautan · 55
Tuhan Pencipta langit dan bumi
dan apa yang ada di antara keduanya
Musa - Lautan · 55
Kalian dengar itu?
Musa - Lautan · 55
Tuhanmu
dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu.
Musa - Lautan · 56
Rasul kalian ini,
yang diutus kepada kalian itu gila.
Musa - Lautan · 56
Tuhan timur dan barat
dan apa yang ada di antara keduanya; jika kamu mengerti.
Musa - Lautan · 56
Kalau kau ambil tuhan selain aku,
akan kumasukkan kau
ke penjara.
Musa - Lautan · 57
Apakah sekalipun aku tunjukkan kepadamu suatu yang nyata?
Musa - Lautan · 57
Coba tunjukkan,
kalau kau memang jujur.
Musa - Lautan · 57
Musa - Lautan · 57
Musa melemparkan tongkatnya, dan di depan semua orang tongkat itu berubah jadi ular besar.
Musa - Lautan · 58
Ia mengeluarkan tangannya, putih bercahaya di depan semua orang.
Musa - Lautan · 58
Musa - Lautan · 58
Musa - Lautan · 59
Orang ini pesihir yang lihai.
Jadi, menurut kalian bagaimana?
Musa - Lautan · 59
Beri dia dan saudaranya sedikit waktu,
dan kirim orang ke kota-kota.
Musa - Lautan · 59
Mereka akan membawakan
semua pesihir yang lihai.
Musa - Lautan · 60
Kau datang mengusir kami
dari negeri kami dengan sihirmu, Musa?
Kalau begitu, kami bawakan sihir serupa.
Tentukan hari kita bertemu.
Musa - Lautan · 60
(Perjanjian) waktu ialah
pada hari raya
dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada pagi hari (duha).
Musa - Lautan · 61
Musa - Lautan · 61
Maka para pesihir dikumpulkan dari segala penjuru untuk hari yang mereka tentukan.
Musa - Lautan · 61
Hari raya pun tiba, dan orang-orang berdatangan untuk menonton.
Musa - Lautan · 61
Kalian semua akan datang?
Bisa jadi kita ikut para pesihir itu,
kalau mereka menang.
Musa - Lautan · 62
Apa kami dapat hadiah
kalau kami menang?
Musa - Lautan · 62
Ya. Bahkan lebih dari itu,
kalian akan dekat denganku.
Musa - Lautan · 63
Celakalah kamu!
Janganlah kamu mengada-adakan kebohongan terhadap Allah,
nanti Dia membinasakan kamu dengan azab.
Musa - Lautan · 63
Para pesihir berdebat sesama mereka, berbisik-bisik agar tak ada yang mendengar.
Musa - Lautan · 64
Musa - Lautan · 64
Musa, kau yang lempar dulu,
atau kami?
Musa - Lautan · 64
Silakan kamu melemparkan!
Musa - Lautan · 65
Mereka melemparkan tali dan tongkat mereka.
Demi kekuatan Fir'aun,
kami pasti menang.
Musa - Lautan · 65
Musa - Lautan · 65
Musa - Lautan · 66
Tali-tali itu seolah hidup. Mereka menipu mata semua orang, dan orang banyak pun ketakutan.
Musa - Lautan · 67
Dan Musa merasa takut dalam hatinya.
Musa - Lautan · 67
Musa - Lautan · 67
Lalu Allah berfirman padanya.

قُلْنَا لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْأَعْلَىٰ وَأَلْقِ مَا فِى يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوٓا۟ إِنَّمَا صَنَعُوا۟ كَيْدُ سَٰحِرٍ وَلَا يُفْلِحُ ٱلسَّاحِرُ حَيْثُ أَتَىٰ

Kami berfirman, "Jangan takut! Sungguh, engkaulah yang unggul (menang). Dan lemparkan apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat. Apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya pesihir (belaka). Dan tidak akan menang pesihir itu, dari mana pun ia datang."

Al-Qur'an 20:68-69

Kemenag RI

Musa - Lautan · 69
Musa - Lautan · 69
Tongkat Musa menelan habis semua tipuan mereka.
Musa - Lautan · 69
Kebenaran pun tampak, dan semua yang mereka buat runtuh.
Musa - Lautan · 69
Musa - Lautan · 70
Para pesihir itu jatuh ke tanah dan bersujud.
Musa - Lautan · 70
Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,
Tuhannya Musa dan Harun.
Musa - Lautan · 70
Musa - Lautan · 71
Musa - Lautan · 71
Musa - Lautan · 71
Kalian percaya padanya
sebelum aku izinkan?
Jadi dialah guru kalian,
yang mengajari kalian sihir.
Musa - Lautan · 72
Akan kupotong tangan dan kaki kalian
secara bersilang,
dan kusalib kalian
di batang-batang kurma.
Musa - Lautan · 72
Musa - Lautan · 73
Kami tidak akan memilih (tunduk) kepadamu
atas bukti-bukti nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami
dan atas yang telah menciptakan kami.
Musa - Lautan · 73
Maka putuskanlah yang hendak engkau putuskan.
Sesungguhnya engkau hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini.
Musa - Lautan · 74
Tidak ada yang kami takutkan,
karena kami akan kembali kepada Tuhan kami.
Musa - Lautan · 74
Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami
dan matikanlah kami dalam keadaan muslim
Musa - Lautan · 74
Al-Qur'an tak menyebut apa yang Fir'aun lakukan pada mereka setelahnya.
Ibnu Abbas menggambarkannya begini: pagi mereka pesihir, sorenya mereka syuhada.
Babak V: Lautan
Musa - Lautan · 77
Asiyah, istri Fir'aun sendiri, beriman.
Musa - Lautan · 77
Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku
satu rumah di sisi-Mu dalam surga
Musa - Lautan · 78
dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya,
dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim
Musa - Lautan · 78
Musa - Lautan · 79
Apakah Baginda membiarkan Musa dan pengikutnya
menyebar kerusakan di negeri ini,
dan meninggalkan Baginda dan tuhan-tuhan Baginda?
Musa - Lautan · 79
Kita bunuh anak lelaki mereka
dan biarkan perempuan mereka hidup.
Kuasa atas mereka ada di tangan kita.
Musa - Lautan · 79
Musa - Lautan · 80
Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah.
Sesungguhnya bumi milik Allah
Musa - Lautan · 80
diwariskan-Nya kepada siapa saja
yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.
Musa - Lautan · 81
Kami menderita sebelum engkau datang,
dan masih menderita setelah engkau datang.
Musa - Lautan · 81
Mudah-mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu
dan menjadikan kamu khalifah di bumi
maka Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu.
Musa - Lautan · 82
Biarkan aku membunuh Musa,
biar dia memanggil Tuhannya.
Musa - Lautan · 82
Aku khawatir
dia akan mengubah agama kalian
atau menyebar kerusakan di negeri ini.
Musa - Lautan · 83
Musa - Lautan · 83
Sesungguhnya aku berlindung
kepada Tuhanku dan Tuhanmu
dari setiap orang yang menyombongkan diri
yang tidak beriman kepada hari perhitungan.
Musa - Lautan · 84
Lalu seorang lelaki dari keluarga Fir'aun sendiri angkat bicara. Ia beriman, dan selama ini menyembunyikannya.
Musa - Lautan · 84
Apakah kamu akan membunuh seseorang
karena dia berkata, "Tuhanku adalah Allah,"
padahal sungguh, dia telah datang kepadamu
dengan membawa bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu.
Musa - Lautan · 85
Aku hanya menunjukkan apa yang kulihat,
dan aku hanya membawa kalian
ke arah yang benar.
Musa - Lautan · 85
Musa - Lautan · 86
Para pembesar, sejauh yang kutahu,
kalian tak punya tuhan selain aku.
Musa - Lautan · 86
Haman, bakarkan tanah liat untukku
dan bangunkan aku sebuah menara
agar aku bisa melihat Tuhan Musa.
Musa - Lautan · 87
Musa - Lautan · 87
Musa - Lautan · 87
Dan aku menyerahkan urusanku kepada Allah.
Allah menjaganya dari segala yang mereka rencanakan terhadapnya.
Musa - Lautan · 88
Lalu datang tahun-tahun sulit. Kemarau menimpa kaum Fir'aun, dan hasil bumi berkurang.
Musa - Lautan · 88
Musa - Lautan · 88
Tanda apa pun yang kau bawa
agar kami tersihir,
kami tak akan percaya padamu.
Musa - Lautan · 89
Lalu datang banjir. Lalu belalang, kutu, katak. Lalu darah.
Musa - Lautan · 89
Musa - Lautan · 89
Musa - Lautan · 89
Musa - Lautan · 89
Musa - Lautan · 90
Musa, mintalah kepada Tuhanmu untuk kami,
demi janji-Nya kepadamu.
Kalau kau angkat hukuman ini dari kami,
Musa - Lautan · 90
Musa - Lautan · 91
kami akan percaya padamu,
dan Bani Israil
boleh pergi bersamamu.
Musa - Lautan · 91
Musa - Lautan · 91
Setiap kali Allah mengangkatnya, mereka kembali ingkar janji.
Musa - Lautan · 92
Lalu Allah menyuruh Musa membawa kaumnya pergi di malam hari.
Musa - Lautan · 92
Musa - Lautan · 92
Musa - Lautan · 92
Musa - Lautan · 92
Musa - Lautan · 93
Fir'aun mengirim orang ke setiap kota untuk menghimpun pasukan.
Mereka cuma sekelompok kecil,
dan mereka membuat kita marah,
dan kita semua waspada.
Musa - Lautan · 93
Musa - Lautan · 93
Fir'aun membawa pasukannya keluar, meninggalkan kebun, mata air, harta, dan rumah-rumah indah.
Musa - Lautan · 94
Saat matahari terbit, mereka mengejar.
Musa - Lautan · 94
Musa - Lautan · 94
Musa - Lautan · 94
Musa - Lautan · 95
Mereka akan menangkap kita!
Musa - Lautan · 95
Musa - Lautan · 95
Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku,
Dia akan memberi petunjuk kepadaku.
Musa - Lautan · 95
Allah lalu memberi tahu Musa caranya.

فَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنِ ٱضْرِب بِّعَصَاكَ ٱلْبَحْرَ فَٱنفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَٱلطَّوْدِ ٱلْعَظِيمِ

Lalu Kami wahyukan kepada Musa, "Pukullah laut itu dengan tongkatmu." Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.

Al-Qur'an 26:63

Kemenag RI

Musa - Lautan · 97
Dan mereka berjalan lurus menembus laut, di atas jalan yang kering.
Musa - Lautan · 98
Musa - Lautan · 98
Musa - Lautan · 98
Musa - Lautan · 98
Musa - Lautan · 98
Allah menyuruhnya membiarkan laut itu tetap terbuka lebar.
Musa - Lautan · 99
Musa - Lautan · 99
Musa - Lautan · 99
Musa - Lautan · 99
Musa - Lautan · 99
Saat air menelannya, Fir'aun pun berkata.

وَجَٰوَزْنَا بِبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱلْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُۥ بَغْيًا وَعَدْوًا حَتَّىٰٓ إِذَآ أَدْرَكَهُ ٱلْغَرَقُ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱلَّذِىٓ ءَامَنَتْ بِهِۦ بَنُوٓا۟ إِسْرَٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ ءَآلْـَٰٔنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلْمُفْسِدِينَ فَٱلْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ ءَايَةً وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ عَنْ ءَايَٰتِنَا لَغَٰفِلُونَ

Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir'aun dan bala tentaranya mengikuti mereka, untuk menzalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir'aun hampir tenggelam dia berkata, "Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang muslim (berserah diri)." Mengapa baru sekarang (kamu beriman), padahal sesungguhnya engkau telah durhaka sejak dahulu, dan engkau termasuk orang yang berbuat kerusakan. Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.

Al-Qur'an 10:90-92

Kemenag RI

Musa - Lautan · 101
Allah menyelamatkan Musa dan setiap orang yang bersamanya.
Musa - Lautan · 101
Musa - Lautan · 101
Kaum yang dulu ditindas Fir'aun mewarisi negeri itu, karena mereka telah bersabar.
Hari itu, hari mereka menyeberang, adalah hari yang disebut hadis sebagai Asyura.
Babak VI: Gunung
Musa - Lautan · 103
Di seberang laut, mereka melewati suatu kaum yang sibuk menyembah berhala.
Musa - Lautan · 103
Musa - Lautan · 103
Musa - Lautan · 104
Musa, buatkan kami tuhan,
seperti tuhan-tuhan mereka.
Musa - Lautan · 104
Sungguh, kamu orang-orang yang bodoh.
Sesungguhnya mereka akan dihancurkan
(oleh kepercayaan) yang dianutnya
dan akan sia-sia apa yang telah mereka kerjakan.
Musa - Lautan · 105
Musa - Lautan · 105
Pantaskah aku mencari tuhan untukmu
selain Allah,
padahal Dia yang telah melebihkan kamu atas segala umat (pada masa itu).
Musa - Lautan · 106
Allah menetapkan waktu bagi Musa. Empat puluh malam.
Musa - Lautan · 106
Gantikan­lah aku dalam (memimpin) kaumku,
dan perbaiki­lah (dirimu dan kaummu),
dan jangan­lah engkau mengi­kuti
jalan orang-orang yang berbuat kerusa­kan.
Musa - Lautan · 106
Musa - Lautan · 106
Musa - Lautan · 107
Musa bergegas mendahului kaumnya.
Musa - Lautan · 107
Allah bertanya, kenapa ia bergegas mendahului kaumnya.
Musa - Lautan · 107
Itu mereka sedang menyusul aku
dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Tuhanku,
agar Engkau rida (kepadaku).
Musa - Lautan · 107
Lalu Musa meminta sesuatu kepada Tuhannya.

وَلَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَٰتِنَا وَكَلَّمَهُۥ رَبُّهُۥ قَالَ رَبِّ أَرِنِىٓ أَنظُرْ إِلَيْكَ قَالَ لَن تَرَىٰنِى وَلَٰكِنِ ٱنظُرْ إِلَى ٱلْجَبَلِ فَإِنِ ٱسْتَقَرَّ مَكَانَهُۥ فَسَوْفَ تَرَىٰنِى فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُۥ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا فَلَمَّآ أَفَاقَ قَالَ سُبْحَٰنَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْمُؤْمِنِينَ

Dan ketika Musa datang untuk (munajat) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya, (Musa) berkata, "Ya Tuhanku, tampakkanlah (diri-Mu) kepadaku agar aku dapat melihat Engkau." (Allah) berfirman, "Engkau tidak akan (sanggup) melihat-Ku, namun lihatlah ke gunung itu, jika ia tetap di tempatnya (sebagai sediakala) niscaya engkau dapat melihat-Ku." Maka ketika Tuhannya menampakkan (keagungan-Nya) kepada gunung itu, gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Setelah Musa sadar, dia berkata, " Mahasuci Engkau, aku bertobat kepada Engkau dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman."

Al-Qur'an 7:143

Kemenag RI

Musa - Lautan · 109
Musa - Lautan · 110
Musa - Lautan · 110
Musa - Lautan · 110
Dan Tuhannya berfirman kepadanya lagi.

قَالَ يَٰمُوسَىٰٓ إِنِّى ٱصْطَفَيْتُكَ عَلَى ٱلنَّاسِ بِرِسَٰلَٰتِى وَبِكَلَٰمِى فَخُذْ مَآ ءَاتَيْتُكَ وَكُن مِّنَ ٱلشَّٰكِرِينَ وَكَتَبْنَا لَهُۥ فِى ٱلْأَلْوَاحِ مِن كُلِّ شَىْءٍ مَّوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِّكُلِّ شَىْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوا۟ بِأَحْسَنِهَا سَأُو۟رِيكُمْ دَارَ ٱلْفَٰسِقِينَ

(Allah) berfirman, "Wahai Musa! Sesungguhnya Aku memilih (melebihkan) engkau dari manusia yang lain (pada masamu) untuk membawa risalah-Ku dan firman-Ku, sebab itu berpegangteguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah engkau termasuk orang-orang yang bersyukur." Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan untuk segala hal; maka (Kami berfirman), "Berpegangteguhlah kepadanya dan suruhlah kaummu berpegang kepadanya dan sebaik-baiknya, Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang fasik."

Al-Qur'an 7:144-145

Kemenag RI

Musa - Lautan · 112
Musa - Lautan · 112
Musa - Lautan · 112
Lalu Tuhannya memberitahunya apa yang dilakukan kaumnya selama ia pergi.
Musa - Lautan · 112
Babak VII: Anak Sapi
Musa - Lautan · 114
Sementara itu, saat Musa pergi, kaumnya melemparkan perhiasan yang mereka bawa ke dalam api.
Musa - Lautan · 114
Musa - Lautan · 114
Musa - Lautan · 114
Dan Samiri pun ikut melemparkan sesuatu.
Musa - Lautan · 115
Lalu ia mengeluarkan seekor anak sapi untuk mereka. Patung, tapi bersuara seperti yang asli.
Musa - Lautan · 115
Inilah tuhan kalian, juga tuhan Musa.
Musa - Lautan · 115
Ia tak bisa menjawab mereka. Tak bisa mencelakai atau menolong mereka. Tapi mereka tetap menyembahnya.
Musa - Lautan · 115
Musa - Lautan · 116
Musa - Lautan · 116
Wahai kaumku! Sesungguhnya kamu hanya sekedar diberi cobaan (dengan patung anak sapi) itu
dan sungguh, Tuhanmu ialah (Allah) Yang Maha Pengasih,
maka ikutilah aku dan taatilah perintahku!
Musa - Lautan · 117
Musa - Lautan · 117
Kami tak akan berhenti menyembahnya
sampai Musa pulang.
Musa - Lautan · 117
Musa - Lautan · 118
Musa pulang kepada kaumnya dengan marah besar dan hati hancur.
Musa - Lautan · 118
Wahai kaumku!
Bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu suatu janji yang baik?
Apakah terlalu lama masa perjanjian itu bagimu
Musa - Lautan · 119
atau kamu menghendaki agar kemurkaan Tuhan
menimpamu,
mengapa kamu melanggar perjanjianmu dengan aku?
Musa - Lautan · 119
Kami tak mengingkari janji padamu
atas kemauan kami.
Kami dibebani
Musa - Lautan · 120
perhiasan kaum itu,
jadi kami melemparkannya,
dan Samiri juga melempar miliknya.
Musa - Lautan · 120
Musa - Lautan · 121
Ia melemparkan lauh-lauh itu.
Musa - Lautan · 121
Wahai Harun! Apa yang menghalangimu
ketika engkau melihat mereka telah sesat,
(sehingga) engkau tidak mengikuti aku?
Apakah engkau telah (sengaja) melanggar perintahku?
Musa - Lautan · 122
Musa - Lautan · 122
Wahai putra ibuku!
Janganlah engkau pegang janggutku dan jangan (pula) kepalaku.
Aku sungguh khawatir engkau akan berkata (kepadaku),
Musa - Lautan · 123
Engkau telah memecah belah
antara Bani Israil
dan engkau tidak memelihara amanatku.
Musa - Lautan · 123
Musa - Lautan · 124
Musa - Lautan · 124
Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku
dan masukkanlah kami ke dalam rahmat Engkau,
dan Engkau adalah Maha Penyayang
dari semua penyayang.
Musa - Lautan · 125
Musa - Lautan · 125
Musa - Lautan · 125
Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian) wahai Samiri?
Musa - Lautan · 126
Musa - Lautan · 126
Aku melihat apa yang tak mereka lihat,
lalu kuambil segenggam
dari jejak sang utusan, lalu kulemparkan.
Diriku sendiri yang membujukku.
Musa - Lautan · 127
Pergilah kau!
Maka sesungguhnya di dalam kehidupan (di dunia) engkau (hanya dapat) mengatakan,
Janganlah menyentuh (aku)
Musa - Lautan · 127
Dan engkau pasti mendapat (hukuman) yang telah dijanjikan (di akhirat)
yang tidak mungkin engkau hindari,
Musa - Lautan · 128
Musa - Lautan · 128
dan lihatlah tuhanmu itu
yang engkau tetap menyembahnya.
Kami pasti akan membakarnya, kemudian sungguh kami akan menghamburkannya (abunya)
ke dalam laut (berserakan).
Musa - Lautan · 128
Musa - Lautan · 128
Musa - Lautan · 129
Musa - Lautan · 129
Musa - Lautan · 129
Musa - Lautan · 129
Musa - Lautan · 130
Musa - Lautan · 131
Musa - Lautan · 131
Sungguh, jika Tuhan kami tidak memberi rahmat kepada kami
dan tidak mengampuni kami,
pastilah kami menjadi orang-orang yang rugi.
Musa - Lautan · 132
Sungguh, Tuhanmu hanyalah Allah,
tidak ada Tuhan selain Dia.
Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.
Musa - Lautan · 132
Musa - Lautan · 133
Setelah marahnya reda, ia memungut kembali lauh-lauh itu.
Musa - Lautan · 133
Musa - Lautan · 133
Tertulis di dalamnya petunjuk dan rahmat bagi siapa pun yang takut kepada Tuhannya.
Babak VIII: Dua Lautan
Musa - Lautan · 135
Allah memberi tahu Musa tentang seorang lelaki di pertemuan dua laut, yang lebih tahu darinya.
Musa - Lautan · 135
Aku tidak akan berhenti (berjalan)
sebelum sampai ke pertemuan dua laut;
atau aku akan berjalan (terus sampai) bertahun-tahun.
Musa - Lautan · 135
Musa - Lautan · 135
Musa - Lautan · 136
Di pertemuan dua laut, mereka lupa akan ikan mereka. Dan ikan itu menyelinap pergi ke laut.
Musa - Lautan · 136
Musa - Lautan · 136
Musa - Lautan · 137
Musa - Lautan · 138
Musa - Lautan · 138
Bawalah ke mari makanan kita;
sungguh kita telah merasa letih
karena perjalanan kita ini.
Musa - Lautan · 139
Musa - Lautan · 139
Tahukah engkau ketika kita mencari tempat berlindung di batu tadi,
maka aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu
Musa - Lautan · 140
dan tidak ada yang membuat aku lupa
untuk mengingatnya kecuali setan,
dan (ikan) itu mengambil jalannya ke laut
dengan cara yang aneh sekali.
Musa - Lautan · 140
Itulah (tempat) yang kita cari.
Musa - Lautan · 140
Musa - Lautan · 141
Musa - Lautan · 141
Musa - Lautan · 141
Maka mereka berbalik dan kembali lewat jalan yang mereka lalui.

فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا

lalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan rahmat kepadanya dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami.

Al-Qur'an 18:65

Kemenag RI

Musa - Lautan · 143
Musa - Lautan · 143
Musa - Lautan · 143
Bolehkah aku mengikutimu
agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar)
yang telah diajarkan kepadamu
(untuk menjadi) petunjuk?
Musa - Lautan · 144
Sungguh, engkau tidak akan
sanggup sabar bersamaku.
Musa - Lautan · 144
Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu,
sedang engkau belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?
Musa - Lautan · 144
Musa - Lautan · 145
Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar,
dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.
Musa - Lautan · 145
Musa - Lautan · 145
Musa - Lautan · 146
Jika engkau mengikutiku,
maka janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun,
sampai aku menerangkannya kepadamu.
Musa - Lautan · 146
Musa - Lautan · 147
Musa - Lautan · 147
Musa - Lautan · 147
Musa - Lautan · 147
Musa - Lautan · 148
Mereka naik perahu. Dan lelaki itu melubanginya.
Musa - Lautan · 148
Mengapa engkau melubangi perahu itu, apakah untuk menenggelamkan penumpangnya?
Sungguh, engkau telah berbuat suatu kesalahan yang besar.
Musa - Lautan · 149
Musa - Lautan · 149
Bukankah sudah kukatakan,
bahwa engkau tidak akan mampu sabar bersamaku?
Musa - Lautan · 150
Janganlah engkau menghukum aku karena kelupaanku
dan janganlah engkau membebani aku
dengan suatu kesulitan dalam urusanku.
Musa - Lautan · 150
Musa - Lautan · 151
Lalu mereka bertemu seorang anak. Dan lelaki itu membunuhnya.
Musa - Lautan · 151
Mengapa engkau bunuh jiwa yang bersih,
bukan karena dia membunuh orang lain?
Sungguh, engkau telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar.
Musa - Lautan · 152
Musa - Lautan · 152
Musa - Lautan · 152
Bukankah sudah kukatakan kepadamu,
bahwa engkau tidak akan mampu sabar bersamaku?
Musa - Lautan · 153
Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu
setelah ini,
maka jangan lagi engkau memperbolehkan aku menyertaimu,
sesungguhnya engkau sudah cukup (bersabar) menerima alasan dariku.
Musa - Lautan · 153
Musa - Lautan · 154
Mereka sampai di sebuah kota dan minta makan. Tak seorang pun mau menerima mereka.
Musa - Lautan · 154
Musa - Lautan · 154
Musa - Lautan · 155
Di kota yang sama mereka mendapati tembok yang hampir roboh. Dan lelaki itu menegakkannya kembali.
Musa - Lautan · 155
Jika engkau mau,
niscaya engkau dapat meminta imbalan untuk itu.
Musa - Lautan · 156
Musa - Lautan · 156
Inilah perpisahan antara aku dengan engkau;
aku akan memberikan penjelasan kepadamu
atas perbuatan yang
engkau tidak mampu sabar terhadapnya.
Musa - Lautan · 157
Musa - Lautan · 157
Adapun perahu itu
adalah milik orang miskin yang bekerja di laut;
aku bermaksud merusaknya,
Musa - Lautan · 158
Musa - Lautan · 158
karena di hadapan mereka ada seorang raja
yang akan merampas setiap perahu.
Musa - Lautan · 159
Musa - Lautan · 159
Dan adapun anak muda (kafir) itu,
kedua orang tuanya mukmin,
dan kami khawatir kalau dia akan memaksa kedua orang tuanya
kepada kesesatan dan kekafiran.
Musa - Lautan · 160
Musa - Lautan · 160
Kemudian kami menghendaki, sekiranya Tuhan mereka
menggantinya dengan (seorang anak lain)
yang lebih baik kesuciannya daripada (anak) itu
dan lebih sayang (kepada ibu bapaknya).
Musa - Lautan · 161
Dan adapun dinding rumah itu
adalah milik dua anak yatim di kota itu,
Musa - Lautan · 161
Musa - Lautan · 161
Musa - Lautan · 162
yang di bawahnya tersimpan harta bagi mereka berdua,
dan ayahnya seorang yang saleh.
Musa - Lautan · 162
Maka Tuhanmu menghendaki
agar keduanya sampai dewasa
dan keduanya mengeluarkan simpanannya itu
sebagai rahmat dari Tuhanmu.
Musa - Lautan · 163
Apa yang kuperbuat bukan menurut kemauanku sendiri.
Itulah keterangan perbuatan-perbuatan
yang engkau tidak sabar terhadapnya.
Musa - Lautan · 163
Musa - Lautan · 164
Musa - Lautan · 164
Musa - Lautan · 164

Sumber

  • Al-Qur'an 28:4; 2:49; 14:6; 7:141 - Fir'aun meninggikan diri di negeri itu, memecah penduduknya menjadi golongan-golongan, menindas satu golongan dan menyembelih anak-anak lelaki mereka sambil membiarkan perempuan mereka hidup (28:4); 2:49, 14:6, dan 7:141 mengingatkan penindasan yang sama. Hal itu dikabarkan dan tidak pernah digambarkan: sebuah obor melewati pintu yang tertutup dan tidak ada yang di balik pintu ditampilkan
  • Al-Qur'an 28:5-6 - Allah berkehendak memberi karunia kepada mereka yang ditindas, menjadikan mereka pemimpin dan pewaris, dan memperlihatkan kepada Fir'aun, Haman, dan bala tentara mereka apa yang mereka takuti. Narator hanya mengatakan bahwa Dia berkehendak demikian, dan ayat-ayatnya tidak pernah dikutip dalam teks narasi.
  • Al-Qur'an 28:6; 40:24; 43:51; 29:39 - Fir'aun adalah nama yang diberikan Al-Qur'an kepada penguasa Mesir pada zaman Musa, dengan Haman dan Qarun disebut di sampingnya; Al-Qur'an tidak menyebut dinasti apa pun. Menurut aturan studio ia tidak disamakan dengan firaun sejarah mana pun, baik dalam kata maupun busana: tanpa mahkota ganda, tanpa penutup kepala bergaris dengan kobra, tanpa tongkat bengkok dan cambuk atau jenggot palsu, tanpa cakram matahari, hieroglif, atau monumen, dan tak ada yang membungkuk kepadanya
  • Al-Qur'an 28:7 - halaman jeda: Allah mengilhamkan kepada ibu Musa agar menyusuinya dan, bila ia khawatir akan keselamatannya, menghanyutkannya ke sungai, serta tidak takut dan tidak bersedih, karena Dia akan mengembalikannya kepadanya dan menjadikannya salah seorang rasul. Halaman sebelumnya hanya mengabarkan bahwa Allah mengilhaminya, dan ayat ini adalah tempat pertama kata-katanya muncul. Ibnu Katsir tentang 28:7-9 membaca ilham ini sebagai sesuatu yang ditanamkan ke dalam hati dan pikirannya, sehingga ia digambarkan tanpa tanda kenabian apa pun
  • Al-Qur'an 20:38-39 - peti dan sungai: ia diilhami untuk meletakkannya dalam sebuah peti dan menghanyutkannya ke sungai, yang akan melemparkannya ke tepian, tempat seseorang yang menjadi musuh bagi Allah dan baginya akan mengambilnya. Peti adalah kata Al-Qur'an (al-tabut) dan digambarkan sebagai peti kayu sederhana seukuran buaian, bertutup; Al-Qur'an tidak memberi lebih dari itu. Wadah yang disebut dalam tanda kurung pada suatu terjemahan (keranjang anyaman, sebuah kotak) berasal dari penerjemah, bukan dari Al-Qur'an. Al-Qur'an memakai satu kata, al-yamm, untuk sungai yang membawanya (28:7; 20:39) dan untuk laut tempat Fir'aun ditenggelamkan (28:40; 20:78; 7:136)
  • Al-Qur'an 28:8 - keluarga Fir'aun memungutnya, agar ia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Kisah ini menceritakannya dengan apa yang ditampilkan: para pelayan mengangkat peti dari tangga air, dan narator mengatakan bahwa mereka menerima orang yang kelak menjadi musuh mereka dan tidak mengetahuinya
  • Al-Qur'an 28:9; Ibnu Katsir tentang 28:7-9 - istri Fir'aun meminta agar ia tidak dibunuh: penyejuk mata baginya dan bagi Fir'aun; mungkin ia berguna bagi mereka atau mereka mengambilnya sebagai anak; dan mereka tidak menyadari. Kata-katanya dituliskan utuh, dalam tiga balon kata. Al-Qur'an tidak menyebut namanya; daftar sumber ini menyebutnya istri Fir'aun. Ibnu Katsir meriwayatkan bahwa Fir'aun takut anak itu salah satu dari Bani Israil yang akan mengakhiri kerajaannya: ancaman itu hidup dalam permohonannya dan tak ada senjata yang diangkat di atas anak itu. Diamnya Fir'aun selagi ia berbicara, dan berdirinya ia di atas peti tanpa senjata, adalah pementasan studio
  • Sahih al-Bukhari 3411 (Abu Musa) - nama Asiyah untuk istri Fir'aun berasal dari hadis sahih dan bukan dari Al-Qur'an. Satu teks narasi menyebutnya, satu kali saja (p188), dan tak ada hal lain yang dikatakan riwayat tentangnya yang tampil di halaman
  • Al-Qur'an 28:10 - hati ibu Musa menjadi kosong, dan hampir saja ia menyingkapkannya seandainya Allah tidak meneguhkan hatinya. Dikabarkan dalam teks narasi dengan kata-kata narator sendiri
  • Al-Qur'an 28:11; 20:40 - ia berkata kepada saudara perempuannya agar mengikutinya, dan gadis itu mengawasinya dari kejauhan tanpa mereka menyadarinya. Satu-satunya kata sang ibu dituliskan utuh. Al-Qur'an tidak menyebut nama saudara perempuan itu maupun usianya; seorang gadis berusia sekitar sepuluh tahun, jalan setapak sungai, dan tembok istana adalah pementasan studio
  • Al-Qur'an 28:12; 20:40 - Allah sebelumnya telah melarangnya menerima semua ibu susu, dan saudara perempuannya menawarkan untuk menunjukkan kepada mereka sebuah keluarga yang akan mengasuhnya dengan tulus. Kata-katanya dituliskan utuh, dalam tiga balon kata. Ruang para perempuan, para ibu susu yang ditolak, dan gadis di pintu adalah pementasan studio; menyusui tidak pernah digambarkan
  • Al-Qur'an 28:13; 20:40 - ia dikembalikan kepada ibunya agar sejuk matanya dan ia tidak bersedih, serta agar ia mengetahui bahwa janji Allah itu benar (28:13); 20:40 mengingatkan Musa akan hal itu dengan kata-kata Allah sendiri, yang tidak dituliskan. Kisah ini menampilkan sang ibu dituntun melewati gerbang istana dan bayi yang tenang dalam dekapannya
  • Al-Qur'an 28:14; 26:18 - ia dibesarkan di rumah Fir'aun (Fir'aun sendiri mengatakannya di istananya, 26:18), dan ketika ia mencapai kekuatan penuh dan kematangannya, Allah memberinya hikmah dan ilmu (28:14). Usianya pada tiap tahap, anak sekitar sepuluh tahun, pemuda sekitar tujuh belas tahun, dan lelaki sekitar tiga puluh tahun, adalah pementasan studio
  • Sahih al-Bukhari 3394 (Abu Hurairah) - Musa digambarkan kurus, berambut lurus, mengikuti hadis ini
  • Al-Qur'an secara keseluruhan - Al-Qur'an menyebut Musa, Harun, Fir'aun, Haman, Qarun, dan Samiri; tidak menyebut ibunya, saudara perempuannya, istri Fir'aun, para pelayan, para ibu susu, mandor, laki-laki dari kaumnya, laki-laki yang datang berlari, lelaki tua dari Madyan, kedua putrinya, laki-laki beriman dari keluarga Fir'aun, para pesihir, pemuda Musa, atau hamba yang diikutinya. Satu-satunya nama dari riwayat di halaman mana pun adalah nama Asiyah (p188), sebagaimana disebut hadis sahih; hamba itu dan pemuda itu, yang dinamai oleh hadis, tidak dinamai di mana pun dalam bab ini
  • Apa yang dipentaskan kisah ini di dalam ayat-ayat adalah milik studio sendiri: mandor di atas para pekerja di permukiman bawah (untuk siksaan pada 2:49), rumah, pelita, obor, dan pintu yang tertutup, ukuran peti, jalan setapak sungai dan tangga air, Fir'aun berdiri di atas peti tanpa senjata dan diam, ruang para perempuan, gerbang istana, alang-alang di sepanjang sungai, keranjang tanah liat para pekerja, kain terlipat di dalam peti, tongkat ukur di tangan Haman, dan ketiga usia Musa
  • Al-Qur'an 28:1-3; 20:9 - pada bagian ketika kedua surah itu beralih ke kisah Musa, keduanya menyapa Nabi Muhammad SAW; sapaan itu tidak diceritakan; kisah dimulai di negeri itu (28:4)
  • Bacaan di halaman-halaman jeda: Abdul Rahman al-Sudais, murottal, riwayat Hafs dari Ashim, diputar per ayat dari everyayah.com
  • Teks Arab di halaman-halaman jeda: teks rasm Usmani, riwayat Hafs dari Ashim, sebagaimana disajikan quran.com
  • Al-Qur'an 28:15 - ia memasuki kota pada saat penduduknya sedang lengah dan mendapati dua orang laki-laki sedang berkelahi, yang seorang dari kaumnya sendiri dan yang lain dari pihak musuhnya; orang yang pertama meminta pertolongan kepadanya, Musa memukul yang lain, dan orang itu pun mati (p37 sampai p40). Mujahid dalam tafsir Ibnu Katsir tentang 28:15 - itu hanya satu kali pukulan tinju. Pukulan itu tidak digambarkan dan tak ada teks narasi yang mengatakan bagaimana orang itu jatuh; jalan yang lengang adalah pementasan studio, karena para mufasir berbeda pendapat tentang waktunya
  • Al-Qur'an 28:15-17 - Musa menyebut perbuatan itu sebagai perbuatan setan, memohon kepada Tuhannya agar mengampuninya karena telah menzalimi dirinya sendiri, dan Dia mengampuninya (p42 sampai p45); 26:20-21 - di hadapan Fir'aun ia sendiri menyebut perbuatan itu, yang dilakukannya ketika ia “termasuk orang yang khilaf” (p128). Ibnu Katsir tentang 26:20, dari Ibnu Abbas dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, pendapat yang dipilih Ibnu Jarir - “khilaf” berarti sebelum wahyu datang kepadanya dan sebelum ia diangkat menjadi nabi
  • Al-Qur'an 28:18-19 - keesokan paginya orang yang sama kembali berteriak kepadanya, dan ketika Musa hendak menangkap orang yang menjadi musuh mereka berdua, sebuah suara berteriak tentang pembunuhan kemarin (p46 sampai p50). Al-Qur'an tidak menyebut siapa yang berbicara; bahwa itu adalah orang dari kaumnya sendiri, yang mengira pukulan itu ditujukan kepadanya, adalah penafsiran Ibnu Katsir tentang 28:18-19, dan balon kata mengikutinya sebagai pementasan studio
  • Al-Qur'an 28:20-21 - seorang laki-laki datang berlari dari ujung kota yang terjauh untuk memperingatkannya bahwa para pembesar sedang berunding untuk membunuhnya, dan Musa keluar dari kota itu dengan rasa takut dan waspada (p53 sampai p57). Al-Qur'an tidak menyebut nama orang yang berlari itu; Ibnu Katsir tentang 40:28 mengutip Ibnu Abbas yang menghitungnya terpisah dari laki-laki beriman dari keluarga Fir'aun, sehingga kisah ini menjadikan mereka dua orang
  • Al-Qur'an 28:22-24 - ia berangkat menuju Madyan; di sumber airnya ia mendapati sekumpulan orang sedang memberi minum ternak dan dua perempuan yang menahan ternak mereka, yang berkata bahwa mereka baru memberi minum setelah para penggembala pergi dan bahwa ayah mereka sudah sangat tua; ia memberi minum ternak mereka lalu kembali ke tempat yang teduh (p58 sampai p67). Keduanya menjawab bersama-sama, sebagaimana bentuk dual bahasa Arab menyajikannya. Batu besar di mulut sumur dan pohon yang di bawahnya ia duduk berasal dari riwayat-riwayat yang dibawakan Ibnu Katsir tentang 28:22-28; keduanya digambarkan dan tidak pernah diceritakan
  • Al-Qur'an 28:25 - salah seorang dari keduanya datang kepadanya berjalan dengan malu-malu dan berkata bahwa ayahnya mengundangnya, untuk membalas jasanya memberi minum ternak mereka (p68 sampai p70). Umar bin Khattab dalam tafsir Ibnu Katsir tentang 28:25 - ia datang dengan menutupkan pakaiannya ke wajahnya (sanad yang kuat, kata Ibnu Katsir); Umar, Ibnu Abbas, dan yang lainnya dalam tafsir Ibnu Katsir tentang 28:26 - di perjalanan Musa memintanya berjalan di belakangnya dan menunjukkan jalan dengan melemparkan kerikil ke depan. Keduanya digambarkan berselubung di seluruh Madyan, dan jarak yang dijaga di antara mereka adalah pementasan studio
  • Al-Qur'an 28:25 - Musa menceritakan kisahnya kepada lelaki tua itu, dan lelaki tua itu berkata kepadanya agar tidak takut, karena ia telah lolos dari kaum yang zalim (p72, p73). Al-Qur'an tidak menyebut namanya. Para mufasir berbeda pendapat apakah ia Nabi Syu'aib (Hasan al-Bashri dan yang lainnya), keponakan Syu'aib, atau seorang beriman dari kaum Syu'aib, dan sebagian lainnya berpendapat bahwa Syu'aib hidup jauh sebelum Musa. Ia digambarkan sebagai seorang lelaki beriman dari Madyan, dengan wajahnya dan tanpa nama
  • Al-Qur'an 28:26-28 - salah seorang dari keduanya meminta ayahnya mempekerjakannya, karena orang terbaik untuk dipekerjakan adalah yang kuat dan dapat dipercaya; lelaki tua itu menawarkan kepadanya salah seorang dari kedua putrinya untuk dinikahi dengan imbalan delapan tahun bekerja, atau sepuluh tahun sebagai kebaikan darinya, dan Musa menyetujuinya dengan Allah sebagai saksi (p74 sampai p81). Al-Qur'an tidak menyebutkan putri mana yang dinikahinya
  • Sahih al-Bukhari 2684 (Sa'id bin Jubair, dari Ibnu Abbas) - Musa menyelesaikan masa yang lebih panjang dan lebih baik dari kedua masa itu (p82)
  • Al-Qur'an 28:29; 20:10; 27:7 - setelah menyelesaikan masa itu ia berangkat bersama keluarganya, melihat api di lereng gunung, dan menyuruh mereka tinggal sementara ia mendatanginya (p86 sampai p91). Ibnu Katsir tentang 20:10 - malam yang dingin dan gelap ketika ia tersesat jalan. Api itu digambarkan kecil dan jauh, menyala pada sebatang pohon biasa, tanpa apa pun yang digambarkan di dalamnya
  • Al-Qur'an 20:11-14 - halaman jeda (p95): seruan di lembah suci, firman Allah sendiri, rentang ayat itu dan tidak ada yang lain. Halaman sebelumnya hanya mengatakan bahwa ia sampai di tempat api itu, dan p96 hanya mengatakan bahwa Allah berfirman kepada Musa (4:164). Kakinya yang tak beralas di samping sandalnya mengikuti 20:12; alasan sandal itu dilepas, yang disebutkan Ibnu Katsir tentang 20:12 dari sejumlah ulama salaf, tidak diceritakan
  • Al-Qur'an 20:17-22; 28:31-32; 27:10-12 - ketika ditanya apa yang ada di tangan kanannya, Musa menyebut tongkatnya dan kegunaannya (p98); ketika disuruh melemparkannya, ia melemparkannya dan tongkat itu menjadi ular yang bergerak dengan cepat; ia berbalik dan lari, disuruh memegangnya, lalu mengeluarkan tangannya yang putih tanpa cacat (p99 sampai p106). Pertanyaan dan perintah itu dikabarkan dengan kata-kata narator. 27:10 dan 28:31 menyamakan geraknya dengan jann, ular kecil yang gesit, sehingga ia digambarkan sebagai ular dan tidak pernah sebagai jin. Tangan yang putih itu tidak pernah masuk ke dalam bingkai (p105, p142)
  • Al-Qur'an 20:24-36; 28:33-35 - ia diutus kepada Fir'aun; ia memohon agar dadanya dilapangkan, urusannya dimudahkan, ikatan di lidahnya dilepaskan, dan Harun saudaranya dijadikan wazirnya, karena ia pernah membunuh seorang dari mereka dan Harun lebih fasih lidahnya; permintaannya dikabulkan (p107 sampai p115)
  • Al-Qur'an 19:53; 4:163; 6:84 - Harun adalah seorang nabi, digambarkan dengan wajah utuh dan diterbitkan dengan mata yang dikaburkan, seperti setiap nabi dalam kisah ini. Al-Qur'an 20:42-46 - keduanya diutus kepada Fir'aun dan disuruh berbicara kepadanya dengan lemah lembut; mereka khawatir ia akan bertindak tergesa-gesa terhadap mereka atau melampaui batas (p116 sampai p119), kata-kata yang oleh bahasa Arab diberikan kepada keduanya, sehingga balon kata melayang di atas keduanya tanpa ekor ke salah satu dari mereka; 20:46 adalah halaman jeda (p120). Tempat kedua bersaudara itu bertemu adalah pementasan studio
  • Al-Qur'an 7:104-105; 26:18-29 - Musa di hadapan Fir'aun: seorang rasul dari Tuhan seluruh alam, maka biarkan Bani Israil pergi bersamaku; ucapan Fir'aun “bukankah kami telah mengasuhmu di antara kami semasa kanak-kanak”, jawaban Musa, dan perdebatan tentang Tuhan seluruh alam yang berakhir dengan ancaman Fir'aun untuk memenjarakannya (p123 sampai p137)
  • Al-Qur'an 26:30-37; 7:107-112 - tongkat itu menjadi ular yang nyata, dan tangannya tampak putih bagi orang-orang yang melihatnya (p141, p142); Fir'aun menyebutnya pesihir yang pandai, dan para pembesar menyarankannya mengirim para pengumpul ke kota-kota (p145 sampai p147). Dalam 7:109-110 para pembesarlah yang mengucapkan kata-kata pertama; balon kata mengikuti Surah asy-Syu'ara
  • Al-Qur'an 20:57-59 - Fir'aun menuntut sebuah pertandingan di tempat yang ditentukan, dan Musa menetapkannya pada hari raya, dengan orang-orang dikumpulkan pada waktu duha (p148, p149). Ibnu Katsir tentang 20:59 menyebutkan beberapa pendapat tentang hari itu, di antaranya hari raya mereka dan hari pasar mereka, dan mengatakan bahwa pendapat-pendapat itu tidak saling bertentangan. Tempat perayaan itu tidak memuat berhala, patung, panji, atau lambang apa pun
  • Al-Qur'an 26:38-42; 7:113-114 - orang-orang didesak untuk berkumpul, dan para pesihir meminta upah kepada Fir'aun dan dijanjikan kedudukan yang dekat (p151 sampai p155). Al-Qur'an hanya mengatakan bahwa hal itu dikatakan kepada orang-orang; bahwa seorang laki-laki dari majelis yang menyerukannya adalah pementasan studio. Ibnu Abbas dalam tafsir Ibnu Katsir tentang 20:67-70 menyebut tujuh puluh pesihir; riwayat-riwayat berbeda tentang jumlahnya, sehingga tak satu pun disebutkan dan mereka digambarkan dalam jumlah banyak
  • Al-Qur'an 20:61-66; 26:43-44; 7:115-116 - Musa memperingatkan mereka agar tidak mengada-adakan kebohongan terhadap Allah; mereka berselisih di antara mereka sendiri dan berbicara secara rahasia; mereka melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka demi kekuasaan Fir'aun, menyihir mata orang banyak, dan membuat mereka sangat ketakutan (p156 sampai p164)
  • Al-Qur'an 20:67 - Musa merasa takut dalam hatinya (p165). Ibnu Katsir membacanya sebagai rasa takut terhadap orang banyak, bahwa mereka akan tertipu sebelum ia sempat melempar; gambarnya menampilkan ia memandangi kerumunan dan tidak menegaskan penafsiran itu. 20:68-69 adalah halaman jeda (p168), dan p167 hanya mengatakan bahwa Allah berfirman kepadanya
  • Al-Qur'an 7:117-119; 26:45 - tongkatnya menelan apa yang mereka palsukan; kebenaran pun terbukti, dan segala yang mereka kerjakan menjadi sia-sia (p169 sampai p172)
  • Al-Qur'an 26:46-48; 7:120-122; 20:70 - para pesihir itu menjatuhkan diri dengan bersujud dan berkata bahwa mereka beriman kepada Tuhan seluruh alam, Tuhan Musa dan Harun (p173, p174). Kata-kata mereka sendiri menyebut Dia yang kepada-Nya sujud itu ditujukan. Mereka digambarkan dari atas, setiap dahi mengarah ke satu sisi bingkai yang sama, tanpa seorang pun dan tanpa apa pun di hadapan mereka
  • Al-Qur'an 20:71; 7:123-124 - tuduhan dan ancaman Fir'aun: beriman sebelum ia memberi izin, Musa sebagai pemimpin mereka yang mengajarkan sihir kepada mereka, tangan dan kaki dipotong secara bersilang, penyaliban pada batang-batang pohon kurma (p178, p179). Hal itu diucapkan dan tak sedikit pun digambarkan. Al-Qur'an 20:72; 26:50; 7:126 - jawaban mereka (p181 sampai p184); Al-Qur'an memberikannya kepada mereka semua, dan pembagiannya di antara suara-suara mereka adalah pementasan studio
  • Ibnu Katsir tentang 7:123-126 - Ibnu Abbas, Ubaid bin Umair, Qatadah, dan Ibnu Juraij berkata bahwa mereka memulai hari itu sebagai pesihir dan mengakhirinya sebagai syuhada. Al-Qur'an tidak menyebutkan apa yang dilakukan Fir'aun terhadap mereka, dan halaman hitam hanya mengatakan hal itu dan ucapan Ibnu Abbas (p186)
  • Al-Qur'an 66:11 - istri Fir'aun berdoa memohon sebuah rumah di sisi Allah di surga dan agar diselamatkan dari Fir'aun dan perbuatannya serta dari kaum yang zalim (p188 sampai p190). Kata-katanya sendiri dituliskan; bingkai ayat itu, yang merupakan firman Allah, tidak. Di bagian mana doanya berada dalam kisah ini tidak disebutkan; menempatkannya setelah para pesihir adalah pementasan studio, dan apa pun yang ia derita karena imannya tidak diceritakan
  • Al-Qur'an 7:127 - para pembesar menghasut Fir'aun terhadap Musa dan kaumnya, dan ia memerintahkan agar anak-anak lelaki mereka dibunuh dan perempuan mereka dibiarkan hidup (p192, p193); 40:25 memuat perintah yang sama. Hal itu diucapkan dan tak sedikit pun digambarkan. 7:128-129 - Musa berkata kepada kaumnya agar memohon pertolongan kepada Allah dan bersabar; keluhan mereka, dan harapan Musa (p195 sampai p198)
  • Al-Qur'an 40:26-27 - Fir'aun: biarkan aku membunuh Musa; Musa berlindung kepada Tuhannya dan Tuhan mereka dari setiap orang yang menyombongkan diri (p199 sampai p202). Bahwa Musa mengatakannya di tempat yang terpisah dari majelis adalah pementasan studio
  • Al-Qur'an 40:28-29 - seorang laki-laki beriman dari keluarga Fir'aun yang menyembunyikan imannya bertanya apakah mereka akan membunuh seseorang karena ia berkata “Tuhanku adalah Allah”, dan Fir'aun menjawab bahwa ia hanya memperlihatkan kepada mereka apa yang ia pandang (p203 sampai p205). Al-Qur'an tidak menyebut namanya; Ibnu Katsir tentang 40:28 mencatat bahwa para mufasir berbeda pendapat tentang siapa dia. Al-Qur'an 40:44-45 - ia menyerahkan urusannya kepada Allah, dan Allah melindunginya dari tipu daya mereka (p211)
  • Al-Qur'an 28:38; 40:36-37 - Fir'aun: aku tidak mengetahui ada tuhan bagimu selain aku; Haman, bakarlah tanah liat dan buatkan aku sebuah menara untuk melihat Tuhan Musa (p207, p208). Apakah menara itu selesai tidak disebutkan: tungku-tungku dan perancah digambarkan, tidak pernah menara yang telah selesai
  • Al-Qur'an 7:130-135 - kaum Fir'aun ditimpa kemarau bertahun-tahun dan kekurangan buah-buahan, lalu banjir, belalang, kutu, katak, dan darah; setiap kali mereka memohon kepada Musa agar berdoa supaya azab itu dihilangkan dan berjanji akan beriman dan membiarkan Bani Israil pergi bersamanya, dan setiap kali azab itu diangkat mereka ingkar janji (p212 sampai p224). Rupa setiap tanda diambil dari riwayat para mufasir dan merupakan pementasan studio
  • Al-Qur'an 26:52; 20:77; 44:23 - Musa disuruh berangkat pada malam hari bersama hamba-hamba Allah, karena mereka akan dikejar (p225 hanya mengatakan bahwa ia disuruh berangkat pada malam hari); 26:53-60 - Fir'aun mengirim para pengumpul ke kota-kota; Allah mengeluarkan mereka dari kebun-kebun dan mata air, harta kekayaan dan kedudukan yang mulia (p232), dan saat matahari terbit mereka menyusul (p230 sampai p233). Kata-kata 26:54-56 adalah pesan yang dikirim Fir'aun bersama para pengumpulnya, dan balon kata memberikannya kepadanya; urutan keberangkatan malam itu dan penjaga di atas tembok adalah pementasan studio
  • Al-Qur'an 26:61-62 - ketika kedua pasukan saling melihat, para pengikut Musa berkata bahwa mereka akan tersusul, dan Musa berkata tidak, Tuhannya bersamanya dan akan memberinya petunjuk (p237, p239). 26:63 adalah halaman jeda (p241), dan p240 hanya mengatakan bahwa Allah mewahyukan kepadanya
  • Al-Qur'an 20:77; 26:64-66; 2:50 - mereka berjalan di jalan yang kering di tengah laut, tanpa takut tersusul; Allah menyelamatkan Musa dan semua orang yang bersamanya dan menenggelamkan yang lain (p242 sampai p254). Kata dalam ayat itu adalah satu jalan, dan satu jalan yang digambarkan
  • Al-Qur'an 44:24 - ia disuruh membiarkan laut itu sebagaimana adanya, karena mereka adalah bala tentara yang akan ditenggelamkan (p247). Ibnu Katsir tentang 44:24 - ia ingin memukulnya agar tertutup di belakang mereka; tongkat itu digambarkan dalam posisi diturunkan di tepi seberang
  • Al-Qur'an 10:90-92 - halaman jeda (p253): kata-kata Fir'aun ketika ia mulai tenggelam, jawaban atasnya, dan badannya yang diselamatkan sebagai tanda. p252 hanya mengatakan bahwa ia berkata pada saat terakhir. Tenggelamnya digambarkan sebagai laut yang menutup, lalu wajahnya dari samping di permukaan, tanpa tangan atau tubuh
  • Al-Qur'an 7:137; 26:59; 44:28 - kaum yang dahulu ditindas mewarisi negeri yang telah diberkahi Allah, karena mereka telah bersabar (p256). Para mufasir berbeda pendapat tentang negeri mana yang dimaksud, dan halaman itu tidak menyebut namanya
  • Sahih al-Bukhari 3397 (Ibnu Abbas) - orang-orang Yahudi Madinah berpuasa pada hari Asyura dan berkata bahwa itu adalah hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan menenggelamkan kaum Fir'aun; Nabi SAW bersabda bahwa beliau lebih dekat kepada Musa daripada mereka, lalu beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan agar hari itu dipuasai. Keterangan penutup p256 menyebut nama hari itu sebagaimana riwayat ini mengingatnya, tidak lebih
  • Al-Qur'an 7:105; 7:126; 7:128; 20:58; 20:61; 20:71; 26:24; 26:35; 28:27; 28:38; 40:26; 40:28; 40:44 - baris-baris ini dituliskan sebagian, dipotong di awal atau di akhir sebuah klausa dan tidak pernah di tengahnya, agar setiap halaman memuat apa yang dapat ditampung panel-panelnya; yang ditinggalkan adalah kata-kata dari penutur yang sama
  • Apa yang dipentaskan Babak II sampai V di dalam ayat-ayat adalah milik studio sendiri: jalan yang lengang, laki-laki kedua yang menyelinap menuju istana, batu besar di sumur, jalan menuju rumah lelaki tua itu, istri Musa di pintu tenda, pendakian seorang diri, sandal yang diletakkan, pertemuan kedua bersaudara di jalan tepi sungai, penyeru di hari raya, mata Musa yang tertuju pada kerumunan, sujud yang dilihat dari atas, jawaban para pesihir suara demi suara, para pengawal yang memegang lengan mereka, istri Fir'aun di atap istana, letak doanya dalam kisah, kata-kata Musa yang terpisah dari majelis, tungku-tungku dan perancah, rupa setiap tanda, keberangkatan malam itu dan penjaga di atas tembok, siapa berdiri di mana dalam setiap kerumunan, tongkat yang diturunkan di tepi seberang, dan alang-alang di bagian penutup
  • Al-Qur'an 7:138-140 - setelah melewati laut mereka mendatangi suatu kaum yang tekun menyembah berhala-berhala mereka sendiri, lalu meminta Musa membuatkan bagi mereka sesembahan seperti sesembahan kaum itu; ia menyebut mereka kaum yang bertindak bodoh, berkata bahwa apa yang dikerjakan orang-orang itu akan binasa, dan bertanya apakah ia patut mencarikan bagi mereka sesembahan selain Allah, yang telah melebihkan mereka atas seluruh alam (p258 sampai p264). Siapa kaum itu dan seperti apa berhala mereka tidak diceritakan: berhala-berhala itu berupa bentuk-bentuk tertutup di kejauhan, dan tak seorang pun digambarkan bersujud kepadanya
  • Al-Qur'an 7:142 - Musa diberi janji tiga puluh malam, yang disempurnakan dengan sepuluh malam lagi menjadi empat puluh, dan ia meninggalkan Harun sebagai penggantinya di tengah kaumnya, untuk berbuat baik dan tidak mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan (p265 sampai p268). Janji itu diceritakan dengan kata-kata narator, tidak pernah dalam orang pertama-Nya; Ibnu Katsir tentang 7:142 membaca pesan kepada Harun, yang juga seorang nabi, sebagai pengingat
  • Al-Qur'an 20:83-84 - Musa mendahului kaumnya; ketika ditanya apa yang membuatnya bergegas, ia menjawab bahwa mereka sedang menyusul di belakangnya dan bahwa ia bergegas kepada Tuhannya agar Dia rida (p269 sampai p271). Pertanyaan itu adalah firman Allah: p270 hanya mengatakan bahwa ia ditanya, dan jawabannya dituliskan
  • Al-Qur'an 7:143 - halaman jeda (p273): ayat itu saja, berisi permintaan Musa untuk melihat Tuhannya, jawabannya, gunung yang diratakan, ia jatuh pingsan, dan ucapannya ketika sadar; p272 hanya mengatakan bahwa ia memohon. Tidak ada apa pun di gunung itu atau di atasnya yang mewakili Allah: tidak ada cahaya, bentuk, tangan, sosok, atau awan yang digambar. Ibnu Katsir tentang 7:143 - gunung itu hancur menjadi debu. Sesudah ayat itu, runtuhnya gunung itu sendiri digambar, dari jauh dan hanya sebagai akibat: gunung itu ambruk ke dalam dirinya sendiri hingga menjadi tanah rata dalam debu yang besar, dengan Musa kecil di kejauhan, sedang jatuh, wajahnya berpaling (p274); lalu ia bangkit dan berdiri membelakangi timbunan itu (p275, p276)
  • Al-Qur'an 7:144-145 - halaman jeda (p278): pemilihannya, dan lauh-lauh yang diberikan kepadanya; p277 hanya mengatakan bahwa Tuhannya berfirman lagi kepadanya. Al-Qur'an tidak menyebutkan dari apa lauh-lauh itu dibuat atau berapa jumlahnya: lauh-lauh itu digambar sebagai beberapa lempengan batu polos tanpa tulisan dan tanpa cahaya (p279, p280)
  • Al-Qur'an 20:85 - bahwa kaumnya telah diuji sepeninggalnya dan Samiri telah menyesatkan mereka adalah firman Allah kepada Musa; p281 hanya mengatakan bahwa Dia memberitahunya apa yang terjadi pada kaumnya
  • Al-Qur'an 7:148; 20:87-89 - selagi Musa pergi, kaumnya melemparkan perhiasan yang mereka bawa ke dalam api, Samiri pun melemparkan, lalu ia mengeluarkan untuk mereka seekor anak sapi, sebuah tubuh yang bersuara melenguh, yang tidak dapat menjawab mereka dan tidak dapat mendatangkan mudarat maupun manfaat bagi mereka (p284 sampai p291). Ibnu Katsir tentang 7:148-149 dan 20:83-89 - perhiasan itu dipinjam dari kaum Fir'aun dan dilemparkan ke dalam lubang api. Bagaimana ia melenguh diperselisihkan: ia digambar sebagai logam, tidak pernah hidup, dan tidak ada bunyi yang dituliskan. Kaum itu duduk mengelilinginya, dilihat dari belakang; tak seorang pun bersujud, berlutut, atau mengangkat tangan kepadanya
  • Al-Qur'an 20:88 - balon kata berhenti pada "Tuhannya Musa" (p289). Terjemahan Inggris (Saheeh International) menempatkan "tetapi ia lupa" di dalam ucapan mereka; Ibnu Katsir tentang 20:88 menyebut kedua bacaan: klaim mereka bahwa Musa lupa (Ibnu Abbas, Mujahid), dan firman Allah bahwa Samiri lupa lalu meninggalkan agamanya (Ibnu Abbas, melalui Sa'id bin Jubair); bagian itu tidak dituliskan
  • Al-Qur'an 20:90-91 - Harun telah berkata kepada mereka bahwa mereka hanya sedang diuji dengannya, bahwa Tuhan mereka adalah Yang Maha Pengasih, dan agar mereka mengikutinya dan menaati perintahnya; mereka berkata akan tetap tekun menyembahnya sampai Musa kembali (p292 sampai p296). Dalam 7:150 Harun berkata bahwa kaum itu menganggapnya lemah dan hampir membunuhnya: digambar sebagai orang-orang yang mendesaknya, sebuah tangan di jubahnya, dan tanpa pukulan
  • Al-Qur'an 20:86-87 - Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan sedih, lalu mencela mereka; mereka berkata bahwa mereka tidak melanggar janji kepadanya atas kemauan sendiri, tetapi mereka disuruh membawa beban perhiasan kaum itu lalu melemparkannya (p297 sampai p302). Bila Al-A'raf dan Taha menceritakan satu adegan yang sama, kata-kata Taha yang dituliskan
  • Al-Qur'an 7:150; 20:92-94 - ia melemparkan lauh-lauh itu (p303) dan bertanya kepada Harun apa yang menghalanginya mengikutinya ketika ia melihat mereka sesat; ia memegang saudaranya, dan Harun, memanggilnya putra ibunya, memintanya agar tidak memegang janggutnya atau kepalanya, karena ia khawatir Musa akan berkata bahwa ia telah memecah belah Bani Israil (p304 sampai p308). Pegangan itu tidak digambar. Al-Qur'an tidak menyebutkan apakah lauh-lauh itu pecah; Ibnu Katsir tentang 7:154 menukil bahwa banyak mufasir berpendapat lauh-lauh itu pecah ketika ia melemparkannya, lalu ia mengumpulkannya kembali. Di sini lauh-lauh itu tergeletak utuh di tanah dan tetap utuh ketika diangkat (p332), sebagai pementasan studio
  • Al-Qur'an 7:151 - Musa memohon kepada Tuhannya agar mengampuni dirinya dan saudaranya dan memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (p309 sampai p311). Keduanya digambar dari samping, kepala tertunduk, menghadap tanah lapang, tidak pernah ke arah tempat anak sapi itu berdiri
  • Al-Qur'an 20:95-97 - Musa bertanya kepada Samiri apa urusannya; ia berkata bahwa ia melihat apa yang tidak mereka lihat, mengambil segenggam dari jejak sang utusan lalu melemparkannya, dan demikianlah jiwanya membujuknya; Musa menyuruhnya pergi, bahwa seumur hidupnya ia akan berkata "Jangan menyentuh aku", dan bahwa ia memiliki janji yang tidak akan dapat ia hindari (p312 sampai p318). Ibnu Katsir tentang 20:95-98 - kebanyakan ahli tafsir berkata bahwa utusan itu adalah Jibril dan genggaman itu debu dari jejak kudanya. Itu tetap kata-kata Samiri sendiri: tidak ada kuda, bekas kuku, penunggang, malaikat, atau cahaya yang digambar, dan tidak ada yang keluar dari tangannya. Qatadah, di tempat yang sama, membaca "Jangan menyentuh aku" sebagai hukuman baginya dan bagi orang-orang sesudahnya; orang-orang menjauh ketika ia lewat (p318)
  • Al-Qur'an 20:97 - Musa menyuruhnya melihat sesembahannya, yang terus ia sembah dengan tekun: mereka akan membakarnya dan menghamburkannya ke laut (p319 sampai p326). Cara ia dibakar dan dihamburkan adalah pementasan studio. Laut itu adalah al-yamm, kata yang sama dalam 28:7 dan 20:78
  • Al-Qur'an 7:149 - kaum itu menyesal, melihat bahwa mereka telah sesat, dan berkata bahwa jika Tuhan mereka tidak merahmati dan mengampuni mereka, niscaya mereka termasuk orang-orang yang merugi (p327, p328); ayat itu tidak menyebut waktu, dan menempatkannya sesudah pembakaran adalah pementasan studio. Al-Qur'an 20:98 - sesembahan mereka hanyalah Allah, tiada tuhan selain Dia, yang pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu (p329); Ibnu Katsir tentang 20:95-98 menjadikannya ucapan Musa kepada mereka
  • Al-Qur'an 7:154 - ketika amarahnya reda, Musa mengambil lauh-lauh itu, dan dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka (p331 sampai p333)
  • Sahih al-Bukhari 122 dan 3401 (Ubay bin Ka'b, melalui Ibnu Abbas) - ketika ditanya siapa manusia yang paling berilmu, Musa berkata "aku", lalu ia diberi tahu tentang seorang hamba Allah di pertemuan dua laut yang lebih berilmu daripadanya, yang akan ia temukan di tempat ia kehilangan seekor ikan. p335 hanya mengatakan bahwa ia diberi tahu tentang seorang lelaki yang lebih berilmu daripadanya. Hadis itu juga menamai pemudanya; bab ini tidak menamainya, dan wajahnya digambar utuh
  • Al-Qur'an 18:60-64 - Musa berkata kepada pemudanya bahwa ia tidak akan berhenti sampai mencapai pertemuan dua laut atau berjalan bertahun-tahun; di sana mereka lupa akan ikan mereka, dan ikan itu mengambil jalannya ke laut seperti melalui terowongan; lebih jauh, pemuda itu berkata bahwa ia lupa akan ikan itu dan hanya setan yang membuatnya lupa menyebutkannya; Musa berkata bahwa itulah yang mereka cari, lalu mereka kembali mengikuti jejak mereka (p335 sampai p352). Tidak ada tempat yang dinamai (Ibnu Katsir tentang 18:60-65); setan disebut dan tidak pernah digambar. Hadis Ubay dalam Ibnu Katsir tentang 18:60-65 - mereka tidur di dekat batu besar (p340), dan air tertahan di kedua sisi jalan ikan itu (p342). Apakah ikan itu diasinkan lalu dihidupkan oleh sebuah mata air diperselisihkan dan tidak diceritakan
  • Al-Qur'an 18:65 - halaman jeda (p353): ayat itu saja, firman Allah sendiri tentang hamba yang mereka temukan; p352 hanya mengatakan bahwa mereka kembali melalui jalan yang mereka lalui
  • Sahih al-Bukhari 122 dan 3401 - hadis memberi hamba itu sebuah nama; bab ini tidak menamainya di mana pun, baik di halaman-halamannya maupun di sini, dan hanya menyebutnya hamba itu, sebagaimana 18:65 (p353, p354). Ibnu Katsir tentang 18:60-65, dari Ubay - mereka mendapatinya berselimut kain, maka ia digambar terbungkus jubahnya. Ibnu Katsir tentang 18:82 menjadikan ucapannya bahwa ia tidak berbuat atas kemauannya sendiri, bersama 18:65, sebagai dalil bagi mereka yang berpendapat bahwa ia seorang nabi; yang lain berbeda pendapat. Matanya dikaburkan sebagai kehati-hatian, seperti mata para nabi, dan tidak ada keterangan yang menyatakan salah satunya. Tak seorang pun bersujud kepadanya
  • Al-Qur'an 18:66-70 - Musa meminta untuk mengikutinya agar diajari sebagian petunjuk yang telah diajarkan kepadanya; ia berkata bahwa Musa tidak akan sanggup bersabar bersamanya, sebab bagaimana ia dapat bersabar atas sesuatu yang tidak ia ketahui sepenuhnya; Musa berjanji bersabar, insya Allah; ia mensyaratkan agar Musa tidak menanyakan apa pun sampai ia sendiri menerangkannya (p355 sampai p363). Ibnu Katsir tentang 18:66-70 - permintaan itu adalah adab seorang murid. Sejak 18:71 kata kerjanya berbentuk dual, maka pemuda itu tidak digambar sesudah p355
  • Sahih al-Bukhari 3401 - para awak perahu mengenal hamba itu dan membawa mereka tanpa upah (p365); seekor burung pipit hinggap di tepi perahu dan mencelupkan paruhnya ke laut, lalu hamba itu berkata bahwa ilmunya dan ilmu Musa tidak mengambil dari ilmu Allah melainkan seperti yang diambil paruh burung pipit itu dari laut. Burung pipit itu digambar (p367); ucapan itu tidak dituliskan, dan diberikan di sini secara makna
  • Al-Qur'an 18:71-73 - ketika mereka menaiki perahu, ia melubanginya; Musa bertanya apakah ia melubanginya untuk menenggelamkan penumpangnya, suatu hal yang besar; ia mengingatkan bahwa ia telah berkata Musa tidak akan sanggup bersabar; Musa meminta agar tidak disalahkan karena lupa (p364 sampai p373). Ibnu Katsir tentang 18:71-73, dari hadis - ia mencabut satu papan: lambung perahu selebihnya utuh dan perahu tetap terapung
  • Al-Qur'an 18:74-76 - mereka bertemu dengan seorang anak muda, lalu hamba itu membunuhnya; Musa berkata bahwa ia telah membunuh jiwa yang bersih yang tidak membunuh siapa pun, suatu perbuatan yang mungkar; ia diingatkan lagi, dan berkata bahwa jika ia bertanya tentang sesuatu sesudah ini, janganlah ia dijadikan teman lagi (p374 sampai p382). Anak itu, perbuatan itu, dan jasadnya tidak pernah digambar: anak-anak lelaki yang sedang bermain terlihat di kejauhan, tak seorang pun ditonjolkan (p375), lalu p376 adalah panel hitam berisi pemberitaan narator yang lugas
  • Al-Qur'an 18:77 - mereka meminta makanan kepada penduduk suatu negeri dan ditolak; di sana mereka mendapati dinding yang hampir roboh, lalu ia menegakkannya; Musa berkata bahwa jika ia mau, ia dapat mengambil upah untuk itu (p383 sampai p387). Negeri itu tidak dinamai, dan nama yang diberikan Ibnu Sirin dalam Ibnu Katsir tentang 18:77-78 tidak diceritakan. Ibnu Katsir, dari hadis - ia menegakkannya dengan tangannya: kedua tangannya digambar menempel pada dinding, tanpa cahaya (p386)
  • Al-Qur'an 18:78-82 - perpisahan dan takwil: perahu milik orang-orang miskin yang bekerja di laut, yang ia rusak karena di belakang mereka ada seorang raja yang merampas setiap perahu yang baik; kedua orang tua anak itu yang beriman, kekhawatiran bahwa ia akan membebani mereka dengan kesesatan dan kekafiran, dan anak yang lebih baik sebagai gantinya; dinding milik dua anak yatim, harta simpanan mereka di bawahnya, ayah mereka yang saleh, dan rahmat Tuhan mereka; dan bahwa ia tidak melakukannya atas kemauannya sendiri (p388 sampai p404). "Kami khawatir" dan "kami menghendaki" dituliskan sebagaimana dalam ayat-ayatnya. Raja itu tidak pernah digambar, hanya orang-orangnya (p394); tak satu pun dari kedua anak dalam 18:80-81 digambar, dan kedua orang tua dilihat dari belakang (p396); harta simpanan itu tidak pernah digambar, dan dinding berdiri di atas tanah kosong (p400)
  • Sahih al-Bukhari 4726 - anak yang diberikan sebagai ganti anak muda itu lebih baik, dan sebagian perawi berkata bahwa ia seorang anak perempuan. Keduanya tidak digambar dan tidak dinamai
  • Sahih al-Bukhari 4725 (Ubay bin Ka'b, melalui Ibnu Abbas) - Nabi SAW bersabda bahwa beliau berharap Musa lebih bersabar, agar Allah menceritakan lebih banyak kisah keduanya. Hal itu dicantumkan di sini; halaman tidak membawa nama beliau ke atasnya
  • Apa yang dipentaskan Babak VI sampai VIII di dalam ayat-ayat adalah milik studio sendiri: berhala-berhala tertutup di kejauhan, Musa meninggalkan perkemahan seorang diri saat fajar, pendakian dan puncak yang gundul, runtuhnya gunung yang hanya terlihat dari jauh, Musa yang tidak pernah menghadap gunung yang telah rata, lauh-lauh di lekuk lengannya, lubang api dan tangan Samiri yang tergenggam, kerumunan yang duduk mengelilingi anak sapi, orang-orang yang mendesak Harun, orang-orang yang menjauh dari Samiri, abu yang dilempar ke angin dari pantai, penyesalan sesudah pembakaran, Harun di samping Musa ketika ia mengangkat lauh-lauh, keranjang, pemuda yang tidak digambar sesudah pertemuan di batu besar, para tukang perahu yang memasang kembali papan, anak-anak lelaki yang bermain terlihat di kejauhan, perpisahan di kaki dinding dalam kelabu senja, usia hamba itu dan janggut putihnya, dan hamba itu yang berjalan menjauh di sepanjang tepi air

Mainkan bab ini

Uji pengetahuanmu tentang bab ini.

Setiap kisah di halaman ini adalah satu bab di DeenOD: Islamic Trivia & Games: gratis, tanpa iklan, setiap soal disertai sumbernya.